Tentangku, dia dan kalian

Tiada hal terindah saat ini selain memandang siluet pepohonan dan alam yang diterpa cahaya matahari senja ini, membuat fikiranku terbang ke masa lalu, bersama sahabat, disisi dan dihati, Rahman dan Farhan. Saat bintang gemintang selalu mewarnai malam kita diiringi lagu favorit kita yang mengalun syahdu, di malam yang hening, aku merasa nyaman, bukankah itu hal yang menyenangkan kawan?

Mungkin suatu saat dalam perjamuan nyata, kita dapat kembali bertemu, menyusun potongan teka teki kehidupan yang belum lengkap dan absurd, kawan, dapatkah kita bersama lagi? bersama menyelesaikan teka teki ini?

Biarkan aku sendiri. Rinai hujan membisikkanku sesuatu, hanya tersirat, tidak tersurat. Perasaan ini bukan perasaan sekuntum Bunga yang tumbuh hanya dalam seminggu! Semua mengalir dan kurasakan begitu lama. Namun, sadisnya kukubur semua perasaan itu, dan sejak saat itu sadar : lemahnya aku, aku tak mau kehilangan kamu.

Saat menatap bintang, tadi, satu mata dan hatiku tertuju : pelupuk matamu, yang tak pernah berubah, yang penuh dengan kasih dan kedamaian :).

Dear you, my darest friend, lagi apa kalian tadi jam 9? Terkadang tak terfikir olehku, kenapa maunya main bareng kalian terus? even I’m now 17th πŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s