Dear You

dear youDear You,

Aku ingin ada tercipta dunia baru, dibangun antara mimpi dan kenyataan, dan kita ada didalamnya, sekata dan seiya.

Perlahan, namamu menggugus dikamus pencarian cintaku, terimakasih untuk segalanya. Waktu yang telah kurenggut demi pembuktian cintaku padamu. Kaulah sang pemilik hati, dibawah naungan Sang Maha cinta, aku akan tinggal jika kau mengizinkan dan akan pergi jika kau menghendaki.

Untuk apa aku jauh mencari, sementara dalam dirimu saja aku sudah menemukan alasan untuk hidup : karena aku bahagia bersamamu. Kupersembahkan semua atas nama cinta, demi cinta, dan hanya untuk cinta.

Kamu adalah kata di alinea pertama dimana secarik kertas bertulisan dengan tema rindu ada, dan jarak sepertinya merealisasikan lebih baik rasa rindu itu, demikianlah aku merindukanmu.

Hari ini, kukirimkan setumpuk rindu, lewat angin, kukirimkan semuanya untukmu, nantikanlah! Paket itu akan menunggu didepan pintu hatimu.

Dear You,

Rindu adalah perjalanan tertunda, terentang sebagai kesatuan harapan dan keterpisahan, di matamu, aku ingin berhenti.

Rindu bermula dari serpih getar untuk saling berharap : kita bertemu di satu titik pertemuan, semuanya tertulis jelas di air mukaku, rindu ini mengurai segalanya tentangmu. Dimanapun, kapanpun, kamu memenuhi detikku.

Rindu itu api, cuma kamu yang bisa memadamkannya. Rindu itu sunyi, cuma kamu yang bisa meramaikannya. Rindu itu semena mena, begitu ia terantuk di matamu, tak mau lari kemana-mana.

Dear You,

Terimakasih untukmu, yang tlah warnai hari-hariku.

tx you

Jum’at, 28 Desember 2012

Advertisements

2 thoughts on “Dear You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s