Forgiving

forgiveTerimakasih Tuhan dan kawan-kawanku. Perlahan, kebencian itu mulai habis dimakan waktu, dan perlahan aku mulai atau semakin dekat dengan apa yang kucari, pencarian yang telah membuatku lelah : mencari kembali kata memaafkan yang lama hilang dari kamus hidup ini. Perkataan kawanku bernar adanya, tak sesulit mencari jerami didalam tumpukan jarum, hanya sebatas mencari mutiara di genangan lumpur, dan itu tak terlalu sulit.

Tapi satu yang belum kutahu, akankah semua kebencian itu datang kembali? Akankah aku membenci lagi dan lagi seperti hari kemarin? Namun satu, aku bertekad untuk berhenti membenci orang orang, bukan tidak membenci, tapi lebih tepatnya memaafkan, aku akan membenci orang yang memang layak untuk dibenci. Tapi jika seseorang membenciku, aku bisa membencinya berkali kali lipat dari apa yang bisa ia lakukan untuk membenciku. I hate everybody hates me. Hate me! and I’ll hate you back much more than you can!

Ya, seperti itulah hidup dan segala warna warninya. Dan sekedar untuk menjadi sejarah, kenangan, atau apapun namanya, kebencian pernah turut serta mewarnai hidup ini.

Selasa, 11 Februari 2014

Advertisements

2 thoughts on “Forgiving

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s