Aku dan Hati Kecilku

hkl” Hei kau! apalah arti hidup ini? Apa kau tak bosan dengan hidup yang selalu begini? hidup yang diwarnai kebencian, emosi dan amarah yang membuncah. Tiadakah kau berfikir untuk merubah cara atau sudut pandangmu terhadap hidup sedikit saja untuk kembali kepada kehidupan yang tenang, lebih dekat dengan-Nya seperti dulu? Hei kau! apa kau terlalu lelah dan tak mau berpikir? Hidup terlalu singkat untuk disia-siakan!. Tidakkah kau berfikir dan merenung bahwa jiwamu pun butuh nutrisi : ketenangan mengagungkan dan mensucikan-Nya, menyebut asma-Nya? Tidakkah kau menyadari bahwa jiwamu terlalu panas dan gersang untuk kau garap? berpikirlah!”

” Ya, aku tau, tapi aku butuh waktu!”

” Jangan terlalu berpikir banyak untuk itu! kau harus memulainya sekarang! kembali ke jalan kehidupanmu yang dulu!”

” Ya! sekali lagi aku tau! kau terlalu banyak bicara! Aku sadar akan jiwaku yang panas, gersang, penuh amarah dan kebencian, dan aku selalu berusaha untuk menyuburkannya, kau tau?”

” Nah! Kau sudah tau itu, tunggu apa lagi bodoh!”

” Jangan mengatakan aku bodoh! Bukannya aku tak mau, tapi aku,, tapi aku tak tau bagaimana aku harus memulainya kembali.”

” Satu : hanya ikuti aku, hati kecilmu, salah satu anugerah-Nya untukmu.”

” Benarkah?”

” Ya! Aku tak membual sedikitpun! Aku dititipkan-Nya bersemayam dalam hatimu, maka biarkan aku tumbuh berkembang di dirimu. Jangan bunuh aku dengan semua penyakit itu ; penyakit hati.”

” Tapi bagaimana aku bias untuk tidak membiarkan penyakit penyakit itu ada, sedangkan aku merasa tak mampu untuk menyingkirkan mereka?”

” Diamlah! Tutup mulutmu! Omong kosong kalau kau tak bisa! Jangan banyak protes! Kau cerewet! Ini bukan untukku, semata mata aku melakukan ini untukmu, untuk hidupmu!”

” Tapi,,,,”

” Sudah kubilang jangan protes! hanya dengarkan aku, ikuti aku, dan ikuti petunjuk Tuhanku, Tuhan kita. Dimulai dari yang paling sederhana untuk memulai semua itu : Tanya aku, hati kecilmu jika kau hendak melakukan sesuatu, apakah pantas untuk dilakukan atau tidak, dan tingkatkan keyakinanmu kepada Allah, Tuhan kita, Yang Maha segalanya, lalu pelajari dan telaah kalam-Nya, serta renungi ayat-ayatnya di dunia ini. Mengerti?”

” Baiklah, oke, akan kucoba, tapi berjanjilah kau akan selalu ada dan tak akan pergi…”

” Janji, asal kau mematuhi apa yang telah kukatakan tadi.”

Advertisements

3 thoughts on “Aku dan Hati Kecilku

  1. Coba pikirkan, betapa sering kita mengeluh
    Entah karena cinta, keluarga atau sekolah, itu alasan yang klasik
    Bagaimana mau hidup sebaik-baiknya?
    Jika biarkan kepayahan terus bersarang dalam diri

    Tak ada waktu untuk menunggu keajaiban
    Kencangkan tali sepatumu, kita melangkah sekarang
    Bahkan berlarilah sekuat yang kita bisa
    Terseok pun bukan masalah, jatuh kita bangkit lagi

    Akan lebih banyak masalah yang kita hadapi di depan sana
    Kau lihat? Katakan apa kau melihatnya?
    Bagai batu besar yang menghalangi jalan
    Hancurkan! Taklukan! Kita bisa!

    Kelak dapati peluh di dahi kering sebelum saatnya
    Jangan menyerah, terus melangkah
    Buang keraguan yang kan membunuh asamu
    Di bawah kaki ini terbentang jalan selama kita masih punya harapan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s