Tentangku, Pulang, Takdir, dan Cinta

pulangPulang.

Pada saatnya semua harus pulang, seperti mentari, diawali dengan terbit, berakhir dengan terbenam, dan diantara keduanya merupakan sebuah perjalanan. Hidup pun seperti itu, diawali dengan kelahiran, berakhir dengan kematian, dan apa yang ada diantara keduanya merupakan perjalanan, perjalanan hidup yang harus ditempuh dan diperjuangkan.

Aku suka senja, sekali lagi. Walaupun senja mengantarkan terang kepada gelap, dan senja merupakan tanda kepulangan mentari. Dan saat ini juga aku sudah pulang, pulang dari shooting sebuah babak, bersiap untuk babak selanjutnya, babak dalam kehidupanku yang entah kapan, dimana, dan bagaimana akan berakhir.

Takdir.

Takdir itu ketetapan. Takdir itu ketentuan. Atau apalah kau mengartikannya, yang pasti, aku, dia, dan mereka dipertemukan oleh takdir, dan takdir pula yang memisahkan. Kadang kita menyukai takdir, kadang tidak. Perpisahan adalah takdir tak kusukai yang tak dapat kupungkiri keberadaannya, bukan perpisahan yang kutangisi, namun pertemuan yang kusesali, tapi, ah tidak juga

Cinta.

Cinta itu seperti kopi panas, paling enak diminum saat panas, tapi resikonya cepat habis. Jika diminum sedikit sedikit akan tahan lama, tapi resikonya keburu dingin. #milli&nathan

Entahlah apa itu cinta, dan bagaimana setiap orang mengartikannya, aku tidak mengatakan cinta itu indah atau cinta itu sakit atau apalah, tapi yang ku tau dari cinta, segelintir orang bisa menjadi lebih baik karenanya, lebih dewasa, dan lebih bijaksana dalam menyikapi sesuatu. Dan karena cinta, seseorang bisa mengerti, menghargai, serta mengapresiasi. Bagiku, cinta memberi banyak pelajaran hidup, salah satunya, kebahagiaan bisa melihat yang dicintai bahagia, cukup itu. Jika kata orang cinta tak harus memiliki, menurutku tak begitu adanya. Cinta harus tetap memiliki, memiliki rasa solidaritas, memiliki rasa empati dan simpati. Tanpa itu, akankah seseorang bisa dibilang mencintai? lha habis putus cinta aja marahan atau selek, atau benci, bah! katanya cinta tak harus memiliki, itu menurutku. Tapi semua orang punya pandangan tersendiri tentang kata itu, tidak salah, hanya beda pendapat, semua patut dihargai.

Advertisements

One thought on “Tentangku, Pulang, Takdir, dan Cinta

  1. Pingback: Tentang senja, pulang, takdir, cinta | fithriimamah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s