Abadi, kelabu, lembayung, senja

edelweissAbadi.

Itulah yang yang kudapat, yang kufahami dari bunga edelweiss, entah kenapa, ia bisa abadi, tak seperti kebanyakan hal, yang cenderung rapuh, dan mudah rusak dimakan waktu. Tak seperti tanaman lain, edelweiss tak mudah tumbuh dimana saja, hanya dai satu tempat, menggambarkan suatu kepribadian, atau ideologi yang kokoh, yang dipegang teguh oleh seseorang yang meyakini dan menjadikannya ideologi hidup. Edelweiss dapat tumbuh diatas batu, tanpa tanah, yang merupakan sumber kehidupan bagi tumbuhan lain, ia tumbuh tanpa pupuk yang merupakan penyemangat bagi tanaman lain, namun tanpa keduanya, ia bisa memikat orang orang dengan nilai estetika yang tinggi, bahkan menyaingi ‘mereka’ yang mendapatkan itu. Edelweiss, lambang keabadian yang begitu memikat, dan tidak semua orang dapat menikmati keelokannya, menggambarkan sebuah nilai jual seseorang yang tinggi, tak dapat diraih dengan cara mudah, susah pastinya. Namun, seberat apapun tantangan hidup yang dijumpai, teruslah mencoba dan berusaha untuk menghadapinya, agar menjadi manusia dengan nilai jual tinggi, menjadi mahal, dan tentunya tak semua orang dapat menjadi seperti itu, hanya mereka yang bersungguh sungguh. Jangan menyalahkan Tuhan jika kau bernasib buruk, bukan Tuhan pilih kasih! Kau tanya Dia “mengapa aku ditakdirkan menjadi orang gagal, sedangkan mereka kebalikannya, Kau tidak adil Tuhan!” Mungkin Tuhan akan menjawab : “Aku tidak pilih kasih, Aku hanya mengasihi hamba-Ku yang pantas untuk Ku kasihi, apa kau sudah pantas?” dan sekali lagi manusia itu termenung. Tanyalah hati kecilmu, bagian dari dirimu : apa kau sudah pantas menerima ketentuan baik-Nya? Seberapa besar doamu? Usahamu?

Kelabu,

Hidup ini kelabu, mungkin bagiku. Remang remang dan tak dapat diketahui dengan pasti apa jadinya. Tak perlu menunggu nanti untuk melakukan kebaikan, akankah ada ‘nant’i pada hidup kita? Kau tau? seperti adakah pelangi setelah badai usai? Belum tentu!

Hidup ini kelabu, terkadang apa yang kita mau tak sesuai dengan kenyataan, sungguh kelabu. Masa depan? Kau yakin akan masa depan cerahmu? Takdir? Apa kau percaya takdir? Lalu, jika masa depanmu kelabu, remang remang tak jelas, apa itu takdir? Hanya kau yang bisa menjawab. Hanya satu yang kutau, usahamu menentukan takdirmu, bukankah Tuhan memberitahu bahwa takdir ada yang bisa diubah dan ada yang tidak? Just like the future, we could design it as good as we want. Takdir memang tak ada yang tahu, namun kesuksesan, presentase keberhasilan dapat diprediksi, dengan berkaca kepada masa lalu, usahamu.

Lembayung.

Aku berharap untuk dapat terus melihat biru langit meskipun lembayung sedikit demi sedikit memayungi cakrawala, karenanya aku mendapatkan semangat, karenanya aku bergairah. Aku suka langit, apapun bentuknya, terkecuali badai.

Senja.

Senja merupakan penampilan terindah langit yang disajikan Tuhan buatku. Langit senja memiliki banyak warna, tidak jelas, biru, merah, jingga, kelabu, dan masih banyak lagi. Namun dari semua ketidak jelasan itu, tersirat seni tersendiri, indah, dan berarti. Senja buatku menggambarkan tentang perbedaan, perbedaan pendapat dalam bersosialisasi, yang secara kasat mata terlihat kacau, rusuh, dan apalah. Namun perbedaan yang begitu beragam, jika digabungkan menjadi satu kesatuan tanpa dipermasalahkan, bukankah akan menjadi seni tersendiri juga? Diperdebatkan boleh, tapi mungkin tidak untuk dipermasalahkan selama perbedaan itu tidak menyimpang dari norma dan nilai yang ada. Just like bhinneka tunggal ika, semua akan menjadi indah seperti senja :), jangan berdebat tentang senja! Hanya perbedaan pendapat, tak lebih. Kau akan terlihat bodoh jika merebutkan senja yang sama dengan orang lain hanya untuk memuaskan dirimu, pendapatmu. Berbagilah senja, karena senja itu luas, cakrawala Tuhan luas, bukalah fikiran 🙂 menuju kearah yang lebih baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s