Dissapointed

mendungDear dera.

Kelabu,

Keceriaan langit dengan sekejap sirna oleh kelabu, namun bukan berarti tiada keceriaan yang ia punya, hanya tertutup kelabu. Kurasa, mungkin sama sepertiku saat ini, perasaanku. Dengan sekejap kelabu mampu untuk membawa keceriaan langit pergi, itu kelabunya. Dan kelabuku? Kekecewaan, kekesalan, dan kemarahan. Semuanya mengubah, memporakporandakan hati yang mulanya tenang menjadi gusar, gundah gulana. Setiap orang pasti pernah merasakan kecewa, ya pasti! Dan saat ini saat kecewaku, kekesalanku, dan, ah! Entahlah apa aku menyebutnya, yang pasti, ia membawa pergi fikiran jernihku, dan aku harus berusaha untuk mendapatkannya kembali walau sulit ditengah tengah energi negatif yang ada.

Aku percaya, Tuhan telah merencanakan sesuatu yang terbaik buatku. Tapi, apa ini? Ketentuan atau kebetulan? Atau ketidakberuntungan? Atau kecurangan? Aku tak tahu. Percayakah kau akan keberuntungan dan kebetulan? Untuk yang pertama mungkin aku percaya, namun yang kedua, hm, aku tak tahu pasti, apakah benar ada di dunia ini sebuah kebetulan. Jika melihat kondisi, kurasa kebetulan itu ada benarnya, namun jika kutelaah lagi, “katanya semua yang ada di kehidupan ini sudah ada yang mengatur?” begitukah?

Mampu bertahan ditengah kekecewaan menurutku bukan lagi hal yang sulit, namun tak mudah juga. Bukannya aku meremehkan, hanya saja aku telah lama bergelut dalam ITU. Kau bisa berkata aku pembohong, pembual atau apapun, namun asal kau tahu, kekecewaan dalam hidup, kegalauan, telah berhasil merubahku menjadi lebih tegar dan tahan malang. Ya, betul! Sekali lagi menerima semua kenyataan yang berlawanan dengan harapan itu tak mudah, ingat : Tak mudah. Aku tak berkata susah, kau sendiri yang menafsirkannya, aku hanya berkata ‘tak mudah’, berarti BISA. Bisa karena terbiasa, yah, bisa dibilang seperti itu.

Terkadang, kurasa hidup dalam ketidakpastian tidak mengasyikkan, tidak enak, apa kau berfikiran sama denganku? Namun kata orang hidup tanpa tantangan, nothing. Aku suka tantangan, tapi tidak ketidakpastian. Besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, sepuluh tahun, kau tau? Apa yang akan terjadi padamu? Itu yang kurang kusukai, tak dapat menyingkap tabir rahasia masa depan. Tapi dengannya, aku terlatih untuk dapat memprediksi dan menganalisa kejadian yang mungkin terjadi, lantas menyiapkan berbagai rencana, jikalau rencana utama tidak tercapai, bukankah hidup tak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan? Benarkah begitu?

Bagaimanapun, mau tak mau, siap tidak siap, demi menjadi manusia dengan nilai jual tinggi, aku, kau, dan mereka harus siap menghadapi segala kemungkinan yang ada, dan sekarang, rencana utama ini gagal, waktunya mengubah haluan, meski bagaimanapun, aku, kau, mereka, harus pantang mundur, layar telah dibentangkan, meski ada karang menghadang, kita tak perlu mundur, hanya perlu mengubah haluan dan akhirnya sampai di satu titik pertemuan, akhir yang kita dambakan, kita impikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s