Belajarlah, Mengertilah!

aAku tak tahu, darimana, dari siapa, atau kepada siapa aku harus belajar, belajar mengandung arti luas, kau dapat mendefinisikannya sesukamu. Tapi menurutku, semua yang Tuhan ciptakan dapat memberi pelajaran kepada kita, asal kita mau mempelajari, mengerti, dan memahami.

Belajarlah dari elang, semua elang itu pemangsa, janganlah kau jadi elang pemangsa, tapi jadilah elang yang mampu bersahabat dengan angin dan badai, mampu menaklukkan langit dengan sayap kokohnya. Gunakan ketajaman mata untuk memandang jujur kehidupan. Gunakan paruh runcingmu untuk berani mengatakan kebenaran. Gunakan cakar tajammu untuk mencengkram karya emas yang akan kau hasilkan kelak.

Belajarlah dari petir, yang tak pernah ragu dalam melangkah, ia selalu menyambar apapun yang ia suka, dengan pasti. Buanglah segala keraguan dalam melangkah di kehidupan ini, yakinlah akan dirimu, kemampuanmu, karena dengan keyakinan yang kuat, impian yang kau rasa tidak mungkin dapat menjadi mungkin.

Belajarlah dari awan, yang tak pernah menyomongkan dirinya walau ia diatas, selalu bergerak perlahan namun pasti, selalu menaungi apa yang ada dibawahnya, dan rela kehilangan dirinya untuk menyejahterakan kehidupan dibawahnya, hujan. Berusahalah untuk menekan hati, terus mencoba untuk rendah hati, karena kesombongan hanyalah tipu daya dan menjauhkan kita dari fakta, bahwa apa yang kita punya, apa yang kita bisa, hanyalah secuil dari nikmat Tuhan yang dianugerahkan. Melangkahlah dengan pasti seperti awan, meski lambat. Tak pernah kau lihat awan bergerak maju lalu mundur lagi bukan? Terus maju pantang mundur, walau perlahan, dan bersiaplah, kesuksesan ada di depan mata. Belajarlah untuk dapat merasakan apa yang orang lain rasa, simpati dan empati. Belajarlah untuk berkorban demi orang lain, memang tidak mudah, tapi bisa dan mungkin untuk dilakukan, apalagi untuk orang terkasih.

Belajarlah dari daun, ia tak pernah membenci angin sejauh apapun ia dihempas dari tempat yang tinggi, sampai akhirnya jatuh tak berdaya di tanah, di tempat yang rendah. Belajarlah untuk tidak menyalahkan keadaan, mencoba untuk berfikir realistis dan tidak selalu berprasangka buruk. Belajarlah untuk tidak terus menerus menyalahkan ketentuan Tuhan, keadaan itum tapi cobalah untuk memperbaiki apa yang ada, karena sejatinya Tuhan tidak merancang manusia untuk gagal, manusia lah yang merancang kegagalannya sendiri.

Belajarlah dari kisah hidup banyak orang, kisah apapun itu. Memang dengan membaca kisah hidup banyak orang tidak dapat merubah kita menjadi orang bijak dengan sekejap, namun darinya, dapat kita fahami berbagai pandangan akan hidup ini menurut ‘mereka’ dan mengambil pelajaran, karena setiap orang memiliki pandangan yang berbeda akan hidup yang dijalani, tahukah engkau akan itu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s