Tama alone

Hello dear, longtime no see. Kehilangan kata kata kurang lebih 2 bulan, apa rasanya? waw sangat menyebalkan. Kehilangan inspirasi, kehilangan sesuatu untuk diamati, kehilangan yaa, hampir sebagian besar yang tak bisa kulakukan karena kegiatan yang super, dan disaat kesempatan itu datang, biarkan jari jemari menari diatas keyboard membentuk kata demi kata. Tak peduli dengan gagasan utama, koherensi paragraf atau apalah, hanya, bercerita, meluangkan sedikit waktu untuk berbagi, dengan siapapun di dunia maya, everyone who reads. Anyway, sometimes we need to be alone, sometimes we need to be together, sometimes we need somebody to listen to our stories, hearts, and feelings, sometimes sometimes and sometimes, kenapa harus sometimes? karna sejatinya hidup tak pernah datar, selalu ada manis, pahit, bumbu bumbu kehidupan. Terkadang kita berada di atas, dan terkadang sebaliknya, just like a wheel! kita selalu punya sometimes, kita tak akan punya everytime atau selalu. Dari sebuah novel yang kubaca, hidup ini, cukup sederhana. Jika kau sedang merasakan kesenangan, kegembiraan, kemapanan, namun belum puas dan haus akan dunia, maka tengoklah sejenak kebawah, mereka yang tak seberuntung kita, dan disaat kita merasa bahwa hidup begitu suram, begitu tidak adil, sejenaklah menengadah ke atas, banyak janji janji akan kehidupan yang lebih baik dikemudian hari, jika mau berfikir positif, hidup sebenarnya indah, jika kita mau mengerti dan memahami.

Tentang kesendirian, terkadang kita merasa sendiri dan tak ada seorangpun yang hadir disaat kita butuh meskipun kita sedang berada di keramaian, dan terkadang kesepian yang mendera membuat kita lupa, membuat kita sulit untuk melihat berbagai macam kebaikan yang datang kepada kita, entah dari mana dan bagaimana caranya datang. Bingung? haha! sejatinya akupun tak tahu kenapa dan untuk apa aku menulis, dengan arah tak pasti dan tujuan yang jelas. Tapi begitulah adanya, aku sekarang, tertutup dan belum bisa menyingkirkan awan mendung dari fikiran, berfikiran buruk, bahkan rasanya bosan untuk kembali ke kerumunan itu, namun sudahlah, kurasa semua akan membaik kemudian. Bahkan jeleknya, biar kuberitahu, I blame them, ya aku menyalahkan mereka karena tidak ada disaat aku butuh! aneh? iya, bahkan aku sendiri yang pergi, aku hanya merasa yah,, mereka cukup ‘tidak menyenangkan’ tanpa alasan yang jelas, hanya karena sebuah surat kaleng yang entah siapa yang menulisnya, aku jadi berpandangan ‘ihh’ pada mereka, pernahkah kau merasakan hal yang sama? Sebuah momen dimana kau merasa bahwa kau tidak suka pada seseorang, namun tanpa alasan yang jelas, nah itu yang sedang kurasa sekarang, jeleknya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s