Tentang Rasa 2

imagesHai senja, maaf melewatkanmu hari ini. Senja, apalah bahasa itu, aku tak mengerti. Bagiku bahasa hanya tentang bagaimana seseorang atau sekelompok orang membuat “sesuatu” agar bisa berkomunikasi satu dengan yang lain. Bagiku, bahasa setiap manusia berbeda, aku memiliki bahasaku sendiri, yang jika diekspresikan dengan bahasa yang kami gunakan mungkin maknanya tidak 100% sama atau bahkan berbeda samasekali. Senja, apalah bahasa itu, disaat aku merasakan seperti ini (seperti apanya-pun mungkin kau tak tahu), aku tidak tahu dengan kata apa aku menyebutnya, karena bahasa kami terlalu sedikit, bahasa diri ini lebih kaya dan lebih berwarna, perasaan tidak berbahasa bagiku senja. Senang, sedih, gundah, gulana, yang banyak orang katakan sebagai suatu perasaan, mungkin saja memiliki arti berbeda pada setiap orangnya, aku yakin itu. Sedih yang kurasa mungkin bukan merupakan “kesedihan” bagi orang lain. Apa yang aku anggap senang, mungkin orang lain memiliki definisi tentang kesenangan yang berbeda denganku, bagaimana denganmu? Tentang bahasa, mungkin tak perlu terlalu memikirkannya, bahasa ini hanya diri ini yang mengerti, setiap ketukan dan tuntunannya hanya diri ini yang bisa merasa dan memahami. Mungkin lebih baik begini adanya, sebab aku tak ingin semua orang tahu “bahasaku”. Ya, mungkin aku tak perlu terlalu memikirkan tentang bahasa, karna aku lebih banyak berbicara pada diriku, selalu bertanya ini itu, bahkan segalanya, temanku seorang hanya diriku, teman bicaraku, yang mungkin satu satunya yang bisa mengerti apa dan bagaimana keadaan hati, kujelaskan dengan “bahasaku sendiri”. Senja, cukup indah hari ini yang kulewati ‘sejenak’ bersamamu, menyusuri pinggiran kota, mengulang kembali kenangan yang kita bangun bersama, dan sekali lagi, disitulah aku tak tahu harus ‘membahasakan’ perasaan ini dengan apa, akupun bingung, aku hanya menyebutnya ‘perasaan ini’, entahlah sampai kapan dan sudah berapa macam perasaan dan ekspresi yang kusebut dengan ‘perasaan ini’. Satu yang mungkin dapat aku bahasakan ke dalam bahasa ‘manusia’, yaitu perasaan nyaman, selain itu, semuanya terlalu kompleks dan sekali lagi sampai sekarangpun aku belum mengerti, dan mungkin suatu saat aku akan menemukan, mengerti da  memahami apa hakikat dari si ‘perasaan ini’ dan ‘bahasa’ diri ini. Senja, dengan ini, aku sadar betapa Agungnya Tuhan, karena dengan ‘bahasa’ diri yang sedemikian banyaknya di dunia ini, Tuhan tetap dapat mendengar dan memahami, apa yang aku, dia, dan mereka rasakan serta keluhkesahkan, yang bahkan akupun masih kebingungan dengan perasaan dan bahasaku. Senang melihatmu senja, karena dengan melihatmu, aku dapat tetap mensyukuri nikmat hidup yang diberikan-Nya, walaupun aku belum bisa sepenuhnya menjalankan misi ku sebagai hamba-Nya dengan sebaik mungkin, menjadi agen penyebar kebaikan di bumi ini, menjadi khalifatullah fil-ard, aku tetap senang dan terus berusaha menjadi sebaik mungkin. Selamat menempuh perjalanan hingga esok hari senja, semoga kita bertemu di kesempatan lain, dengan momen serta kenangan yang mengalir, lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s