A little Chaos

chaosHai senja, semakin lama aku hidup di dunia, semakin bertambah usiaku, semakin tua aku, sadar tak sadar semakin bertambah pengalaman hidupku, dan semoga semakin banyka pula hal hal baru tentang kehidupan yang kupelajari, yang kuperoleh setiap harinya. Senja, beberapa hari ini aku dapat menyimpulkan suatu hal yang menurutku baru : an order and chaos. Dimanapun, kapanpun ada suatu keteraturan, keseimbangan, akan selalu ada kekacauan yang menyertainya. Kekacauan yang berawal dari ketenangan yang terusik, yang berpotensi untuk merusak sebagian bahkan seluruh keteraturan yang ada, seperti yin dan yang, seperti raava dan vaatu, order dan chaos tidak dapat terpisahkan satu dengan yang lain, salah satu dari mereka akan ‘terlahir kembali’ jika salah satunya hancur, keteraturan tidak dapat meniadakan kekacauan yang ada, begitu pula kekacauan. Kekacauan yang berpotensi menimbulkan kerusakan, walaupun tak nampak pada permulaannya, namun pada saat klimaks, pada saat kritisnya, ia dapat menghancurkan segala keteraturan. Kekacauan yang melahirkan sebuah turbulensi dalam dinamika kehidupan, mulai dari individu terkecil, hingga terbesar, dari amoeba, hingga manusia, turbulensi terjadi dimaman mana, indahkah? mungkin, namun menurutku tidak begitu adanya. Berbagai turbulensi telah terjadi dalam dinamika kehidupanku yang taida pernah datar adanya, turbulensi yang terkadang merapuhkan, menjatuhkan, atau membangkitkan semangat baru dari kepingan harapan dan kekecewaan yang hancur melebur bersama, turbulensi yang terkadang membuatku terjatuh ke dasar jurang yang dasarnya tanpa sadar kubuat sendiri dari harapan semu dan bayangan tanpa arti. Satu yang ada di benakku, melawan arus, melawan keteraturan yang ada, akankah ini menjadi turbulensi terdahsyatku? akankah aku mampu melewati turbulensi ini? ataukah ia akan menarikku ke dasar jurang terdalam? ataukah akan ada turbulensi berikutnya yang akan ku hadapi? Duhai semesta, siapa yang jahat disini? jahatkah aku yang telah mencinta-mati, anormakah perasaan ini yang terbangun tanpa aku sadar, yang bagaimana permulaannya-pun aku tak tahu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s