Untuk Sahabat

Sahabatku, usai tawa ini, izinkan aku bercerita:

Telah jauh ku mendaki, sesak udara diatas puncak khayalan, jangan sampai kau disana

Telah jauh ku terjatuh, pedihnya luka di dasar jurang kecewa, dan kini sampailah aku disini

Yang cuma ingin diam, duduk ditempatku, menanti seorang yang biasa saja

Segelas air di tangannya kala ku terbaring sakit

Yang sudi dekat mendekap tanganku, mencari teduhnya dalam mataku, dan berbisik : Tatap aku, kau tak sendiri oh dewaku.

Demi Tuhan, hanya itulah yang kuinginkan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s