Dear friends, listen.

Terlalu banyak hal yang tak kumengerti di dunia ini, termasuk diriku sendiri.

Hai kawan, ingatkah kau akan kenangan masa lalu? Ingatkah kau akan waktu disaat kita menyusun mimpi mimpi kita bersama? Ingatkah kau akan kebersamaan yang seakan kita ingin waktu terhenti saat melewatinya? Udara dan jarak, dua hal yang menjadi dinding kokoh yang memisahkan kita. Aku ingat bagaimana kuatnya aku saat kalian ada di sisi, aku ingat bagaimana beraninya aku menantang dunia, aku ingat semua momen disaat aku tak pernah merasa takut, bersama kalian, aku berani untuk banyak bermimpi. Bersama, kita merangkai mimpi dan bersama kita berusaha untuk mewujudkannya, bukankah begitu? Seharusnya.

Kawan, aku rindu akan kebersamaan kita. Kawan, izinkan aku sejenak bercerita : tahukah kawan? perlahan aku mulai ragu pada mimpi mimpiku, bagaimana denganmu dan mimpi mimpimu?

Aku termakan oleh ilusi dan bayang bayang akan kegagalan serta keputusasaan dalam menghadapinya.
Setiap detik saat kumemikirkannya bagaikan ribuan pedang menghujam tubuh tak berdaya ini. Setiap waktu dihantui bayang bayang itu.. Sungguh.. Sakit. Bagaimana ku harus melawannya, kawan? Atau mungkin aku hanya butuh dekapan dan tepukan tanganmu pada pundakku? Seperti dulu, setiap saat ku terpuruk rapuh.

Kini aku takut untuk bermimpi kawan. Aku takut akan kegagalan yang mungkin terjadi, walaupun sudah ku mencoba dan berusaha. Ketika mereka bilang usaha berbanding lurus dengan hasil, awalnya aku percaya, hingga waktu itu tiba, ia, segala yang kulakukan yang menurutku itu adalah sebuah usaha, mengkhianatiku, terutama sejak saat itu, dimana perlahan mimpi mimpi itu mulai sirna satu demi satu, sampai habis dimakan waktu.

Kawan, aku hampir memvonis diriku sakit dan kelelahan, lelah bermimpi, dapatkah kau wmengobati ini? Tunjukkan aku cara untuk kembali menghidupkan mimpi mimpi, cita cita. Ajari aku untuk kembali merangkai mimpi, aku hampir lupa bagaimana untuk memulainya, semuanya terlalu… Kelabu.

Tahukah kawan, saat ini, detik ini, hanya itulah… Hanya itulah yang aku inginkan…
Kawan… Aku sangat sangat mengharapkanmu saat ini.

Dear all my dearest friends.. Big hug for you.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s