Tentang Not Balok dan Antek-Anteknya

Oke, setelah di postingan sebelumnya gue udah bahas sedikit mengenai scale, sekarang kita maju ke babak selanjutnya, notasi balok. Soal seberapa penting belajar not balok, menurut gue, gue kasih nilai 7 dari skala 10. Why? Gue pernah kasih alesan di postingan gue Tips Belajar Musik for Beginners,  jadi ngga usah gue bahas lagi disini.

Agar bisa lancar kemudian dalam membaca not balok, menurut gue ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi yang baru mulai belajar baca not balok. Pertama komponen notasi balok itu sendiri, kedua time signature (sebenernya ini juga masuk komponen), ketiga adalah timing dalam memainkannya (gue bingung harus gimana bilangnya).

Seperti pepatah bilang “tak kenal maka tak gendong”, sebelum belajar not balok, kita perlu taarufan dulu sama komponen komponen yang ada di dalamnya. Well, komponen komponen yang ada di not balok sendiri terdiri dari garis paranada, notasi, kunci, birama, dan time signature.

  1. Garis Paranada

para.png

Garis paranada adalah serangkaian garis dimana notasi notasi balok nantinya akan diletakkan. Notasi balok diletakkan bisa tepat pada garis tersebut, atau pada ruang diantara garis tersebut (ditengah-tengah dua garis). Garis paranada yang dipakai buat nulis notasi itu sendiri ada 5 garis, yang berarti ada 4 ruang diantaranya. Kalau ada nada yang lebih tinggi atau lebih rendah dari garis paranada yang defaultnya, maka dibuatlah garis bantu. Tinggi rendahnya suatu nada dilihat dari letaknya di garis paranada, semakin tinggi (atas) letak suatu titik nada, maka nadanya semakin tinggi dan sebaliknya.

  1. Notasi

Notasi itu sendiri adalah bagaimana nantinya musik itu akan dimainkan. Notasi bisa berupa titik nada, bisa berupa tanda istirahat, atau simbol lainnya. Untuk titik nada dan tanda istirahat, masing masing punya waktu nya, seberapa lama dia dimainkan, disini kita pakainya ketukan. Nah ini yang gue maksud dengan timing dalam memainkannya, karena teori aja nggak cukup. Meskipun lo tau not ½ itu dimainkan dalam 2 ketuk, not ¼ itu 1 ketuk not 1/8 itu ½ ketuk, tapi lo ngga pernah praktek, bahkan pas ngedenger bunyinya aja lo pangling “itu not berapa sih”, it’s a problem, itulah kenapa menurut geu timing dalam memainkannya (yang gue bingung bilangnya apa) penting banget, so pertajam kuping dan nalar kalian.

NAD

  1. Kunci (Cleff)

Disetiap awal paranada selalu ditulis kunci. Kunci yang umum digunakan biasanya kunci G dan F (disini kunci G dan F TIDAK SAMA DENGAN do=G atau do=F, camkan itu). Kunci ini fungsinya buat menandakan letak not not yang dimankan. Agak ribet sih jelasinnya, jadi gue kasih contoh aja. Misal di awal suatu paranada ditulis Kunci G, maka not G pada garis paranada tersebut terletak di ‘perut’ tanda kunci itu. Dalam kunci G, perut si Kunci itu ada di garis paranada kedua (dari bawah) yang menandakan disitulah letak nada G. Beda halnya dengan kunci F, perut si kunci F itu ada di garis paranada keempat (dari bawah), maka letak nada F pas/sejajar dengan letak perut si kunci itu.

GIni Kunci G

FIni Kunci F

  1. Birama

Birama sendiri adalah segmen segmen yang memisahkan notasi notasi sesuai dengan time signature nya.

bira

  1. Tiime signature

Time signature sendiri adalah penanda ketukan dalam setiap birama, singkatnya begitu.

Timesig.jpg

Oke, cukup sekian postingan tentang not balok dan antek-anteknya. Seperti biasa gue mencoba untuk selalu menghadirkan yang beda buat kalian. Thanks for reading.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s