Another Poem

Gue sadar, se-suck apa pun hidup gue, masih ada kebaikan yang ada didalamnya, nggak sepenuhnya suck, at least buat ambil pelajaran, nggak saat itu juga, tapi nanti di kemudian hari. Dulu gue sering beranggapan bahwa hidup gue sial, kenapa Tuhan memberikan gue hidup yang kayak gini, jatuh, sakit, kecewa, betrayed, and much more. Dulu gue suka bandingin my life and someone’s else, dan benar, gue selalu beranggapan kalau hidup gue lah yang paling sial. Tapi dengan gue tulisnya cerita gue di chapter ini, gue setidaknya bisa membuktikan kalau anggapan gue diatas nggak sepenuhnya bener bahwa hidup gue yang paling suck. Cerita ini berawal dari beberapa bulan yang lalu, waktu gue mulai semester baru, gue memulai semester baru kemarin penuh dendam, amarah, dan keinginan buat meredam semua itu sekaligus. Selama itu gue hidup dari energi iri, dengki, dendam, dan ketidak pedulian bodo amat sama sekeliling gue, bodo amat whatever the people said, that because gue mikir I’ve been hurt so long, semua nasib dan kenyataan terlalu kejam buat gue waktu itu. Bulan demi bulan berlalu, ke “bodo amat” an “dendam” itu akhirnya mendarah daging, dan gue bisa hidup dengan itu sampe sekarang, dan itu jadi salah satu pijakan buat gue bangkit, yang buat gue sadar ternyata bangkit nggak sesulit itu, dan jatuh nggak sesakit itu. Gue bisa bangkit dan memotivasi diri dengan cara membakar dendam dan marah serta iri itu makin berkobar sehingga gue makin ngga peduli dan makin bisa fokus sama diri gue sendiri tanpa mikirin apa apa yang dilakuin orang lain, gue sekarang totally bodo amat, itu yang gue syukuri, Tuhan telah menganugerahkan gue kebodoamatan yang agung, Tuhan menganugerahkan gue kemampuan mengendalikan dendam, marah, dan iri, menjadi pijakan buat gue melompat lebih tinggi, dan lebih tinggi lagi, bodo amat setinggi apapun orang lain lompat, gue terus mencoba lompat setinggi yang gue bisa, karena gue bisa, karena kita berbeda, every people are different from each other, and unfortunately I’m the most unique personality type in the place I am. Yang gue dapet, ternyata berusaha nggak se capek itu, bangkit nggak sesusah itu, dan jatuh nggak se menyakitkan itu. Dan gue bersyukur pernah diberi pengalaman berbagai suck in life, so that I get stronger, stronger than I’ve ever been. Thank God.

Remember this?

Pernahkah lo sejenak mengingat kembali, 9, 10 tahun ke belakang, saat dimana seragam merah-putih lo berlumuran tanah, lumpur, keringet, dan kadang-kadang ingus yang meler ngga berenti berenti, dan segitunya lo disuruh tidur siang sama emak lo nggak mau, haha. Coba lo inget inget lagi, masa disaat lo beli chiki dikocok kocok dulu milih yang mana yang ada hadiahnya, nama chikinya chiki komo ama jaguar kalo gasalah, atau disaat lo mau maunya dikibulin sama tukang judi (ya bisa dibilang gitu sih soalnya untung untungan) yang waktu itu lo narik benang, kalo yang ketarik robot putih, lu dapet ager ager, kalo yang merah lu dapet mainan. Yang lain lagi, mungkin momen saat lo kecepirit dikelas, ups, atau mungkin juga saat pertama lo nemuin cinta monyet lo. All those things couldn’t be forgotten somehow, dan semua memori itu seakan ter,, ter apa yah, terulang atau terputar kembali lah, dengan cepatnya saat gue ketemu lagi sama temen temen SD gue, nih fotonya.

img_0178

Ada si kembar danu doni, ada fairuz, hanif, dicki, ada temen sebangku gue jevri (say hello), ada vedina, ada kutu buku sella, maniak matematika widya, ada temen arisan ria, aprilia, sherly, nurmala (btw dulu sd gua punya klub arisan haha), dan semua temen temen yang ngga bisa gue sebutin satu persatu. Oh iya underline ya gue gapernah kecepirit dikelas (serius). Semua yang telah dilalui, selama ini, menabok gua (literary) dan buat gue sadar, waktu berlalu begitu cepat, yang seringkali gue ngga sadar, dan bahkan terlena. Gue kemarin semester 1, sekarang udh smt 6 aja, tua. Temen gue yang tadinya mewek mulu, sekarang udah punya anak, haha. That’s all guys, so, hargai waktu lu, teman teman lu, dan segala yang lu punya sekarang, karna suatu saat nanti, semua itu will be worth to remember, trust me.