Monthly Archives: February 2018

Those days

Standard

“Bagian menyakitkan dari sebuah proses melupakan adalah tanpa sengaja kembali teringat hal-hal yang dahulu sudah tertinggal”

Tidak ada hal lain yang cukup menyakitkan buatku saat ini selain perpisahan. Berpisah dengan mereka yang sudah seperti keluarga, mereka yang merupakan bagian dari senang dan sedihku, dan karena perpisahan, lagi lagi dan lagi aku harus merelakan sebuah rasa yang telah tertanam kuat untuk melunak, serta membiarkan fikiran ini menyendiri, menenangkan dirinya.

IMG_0249Perpisahan itu, perpisahan yang membuatku tak merindukan jogjakarta samasekali, perpisahan yang tak pernah terbayang sebelumnya. Bahkan jogjakarta dengan segalanya yang dulu selalu kuelukan kini tak lagi sama, keramaian yang dulu seakan memelukku erat, kini meninggalkanku dengan sejuta kesepian, tak tahu kenapa seakan hati ini tetap tertambat disana bersama mereka.

Mendengarkan kembali lagu lagu itu seakan menghadirkan mesin waktu yang membawaku kembali ke masa itu. Tempat tempat yang pernah dikunjungi bersama, jalan jalan yang selalu ditelusuri bersama, bahkan waktu fajar dan senja yang tak pernah terlewatkan tanpa kebersamaan yang menyertainya. Semuanya terekam jelas di benak, kenangan itu tertancap kuat, yang begitu sakit dan pilu bagi siapapun yang mencoba untuk mencabutnya, dan nampaknya ia akan menancap semakin dalam pada hati orang orang yang masih enggan untuk selamanya melupakan. Namun untuk melupakan, bagaimana bisa? Tempat tempat itu, jalan jalan itu, saat saat itu, ditemani wajah wajah menyenangkan dan menghangatkan itu, siapa mampu melupakannya dan beranjak pergi? Aku tahu semua ini cukup untuk menyayat hati, namun aku lebih memilih untuk itu daripada melupakan, because this story is worth to remember, even itโ€™s painful to accept the fact that we no longer stay in that memory, all went done.

IMG_0134

Advertisements