Category Archives: A New Life

Kata Hati

Standard

2 tahun, 8 bulan, 22 hari. Tak sedikitpun penyesalan itu berkurang. Dua tahun terakhir, masa masa yang sulit untukku. Sulit menafikan segala bayang dan penyesalan akan apa yang telah kuputuskan dan kuperbuat padamu. Raga memang terpisah jarak, waktu, dan kenyataan, namun entah, hati ini tetap tertambat pada satu tambatan yang sedikitpun tak berubah.

Hai kamu, apa kabar hari dan hati? Semoga iman tetap menanjak maju didalamnya. Pagi, merupakan awal yang baik untuk mengawali hari, karena didalamnya, terdapat harapan harapan baru, semangat baru serta target target baru. Kata-kata yang selalu kuingat, tak pernah sedikitpun terlupa. Taukah, tak sedikitpun ia pernah beranjak pergi.

Embun di pagi buta, sejuknya udara pagi yang memasuki jendela kamar kerap kali mengingatkanku akan doaku pada tuhan kali itu; semoga dirimu yang menjadi kamu-ku.

Hujan yang menusuk tubuh seringkali berucap, seakan ingin mengutarakan suatu pesan, seringpula menampar wajah ini, fikiran ini, dengan berbagai kenangan, lukisan, untaian kata, puisi, nyanyian, senandung disaat tiap bulirnya jatuh didepan mata dimasa lalu.

Semoga semakin dewasa, semakin bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, semoga kamu mendapat tempat dihati orang orang yang menyayangimu, turut serta atas bahagia dan sedihmu. Doaku untukmu, jika ia tak kasat mata, pilinan warna warninya akan memenuhi langit dunia, menunggu tangan yang Maha Kuasa untuk turut andil mewujudkannya. Kado terindah, My sweetest sweet seventeen.

Meskipun semua yang berisi kenangan menghilang entah kemana, semua kenangan tentangmu, selalu terpatri di relung jiwa. Aku merasa jahat. Jahat karena tak bisa melepasmu begitu saja, jahat karena terkadang hadir sebagai ilusi dalam kehidupanmu.

Neptunus, haruskah aku kembali melapor? Ingatkah laporan terakhirku dulu? Di pantai lepas itu.

Apalah ini engkau menyebutnya, aku hanya ingin membiarkan hati ini bicara, setelah sekian lama termenung lelah membungkam.

Advertisements

7 Tempat Wisata Terbaik Di Jogja

Standard

travellers-have-great-stories-to-tellHello! Kalian para travellers, atau yang lagi liburan ke jogja, yuk mari boleh dibaca nih, 7 tempat yang nggak boleh kalian lewatin gitu aja kalo mampir ke jogja versi gue, soalnya kalo kelewatan, nyesel dunia akherat ntar (sumpah yang ini lebay). Yogyakarta, kota yang selalu jadi inceran para wisatawan lokal maupun mancanegara, selain karena budayanya yang terawat, tempat tempat bersejarah dan alamnya yang super indah juga jadi salah satu daya tarik buat mereka lho. Waktu itu gue nanya ke salah satu bule yang seliweran di malioboro sampe keraton itu, gue tanya mereka ngapain ke indonesia khususnya jogja, agak lama sih jawabnya (soalnya dia lagi makan nasgor disamping gue, ini diabaikan aja gapapa), dia bilang dia lagi ngerjain semacam riset tugas kuliah gitu (kalo gue sih mau banget dikasih tugas research di LN), itu salah satu bukti menurut gue, kenapa Indonesia… ya… bisa dibilang cukup waw sih, that’s why I’m proud of being anak negri ini, haha. Oke balik ke topik, 7 tempat yang nggak boleh lo lewatin kalo mampir ke jogja, check them out :

1. Keraton Yogyakarta

Buat kalian para pecinta sejarah, dan buat kalian yang hobi foto foto (atau gabungan dari keduanya), keraton jogja bakal jadi tempat yang cukup menarik buat kalian kunjungi. Kenapa? Soalnya di keraton jogja ini, kalian bisa lihat dan tau sejarah kesultanan Jogja, mulai dari sultan pertama sampe yang ke berapa sekarang ini gue juga lupa.. itu Satu, buat kalian yang suka sejarah. Dua, disana banyak barang barang antik peninggalan para pendahulu (yang jelas di daerah jogja), disana juga banyak bule mondar mandir, ada yang pake guide ada yang nggak, kalo iseng mau pura pura jadi guide juga boleh kan (eh), so, buat kalian yang hobi foto foto, tempat ini bakal jadi tempat yang cukup menarik buat berfoto ria, foto bareng abdi dalem atau sultan kalo pengen dan kalo bisa (eh). Oh iya guys keraton ini jam buka nya Cuma sampe jam 14.00 WIB, jadi jangan terlalu sore datengnya, ntar tutup malah sedih. Ini dia keraton Yogyakarta!

imageskeraton-yogyakarta

2. Jalan Malioboro

Dear travellers, siapa sih yang nggak tau atau nggak pernah denger nama jalan ini? (kecuali mungkin turis LN sama onta arab yang ga tau). Jalan malioboro nggak boleh kalian lewatin ya kalo mampir ke jogja. Mungkin sebagian dari kalian ada yang masih remang-remang (dikira lampu bohlam) tentang apa yang ada di jalan malioboro ini, atau ngapain ke jalan malioboro nggak ke jalan yang lain aja? Oke, jadi gini, awalnya juga gue nggak terlalu tau juga sama apa yang ada di jalan malioboro, setelah ngrantau kesini aja gue baru tau. Malioboro itu semacem jalan yang penuh penjual souvenir, oleh oleh, batik, dll, kalo di tempat gue di serang banten, itu semacem ‘royal’nya jogja, got it? Got got in ajalah. Pesona jalan malioboro bakal terasa banget kalo udah masuk waktu sore menjelang magrib, kehidupan dimulai, haha. Harga disini juga bersahabat kok guys, jadi tenang, buat kalian yang pengen bawa oleh oleh segunung tanpa modal sekarung, kalian bisa cari oleh oleh disini, satu tips juga : pinter nawar biar makin murah lagi.. happy shopping.

141222_img3462

3. Titik Nol Kilometer

Please jangan bertanya tanya dulu kenapa kita harus nongkrong di jalan raya di titik nol kilometer. Karna ini bukan semacem jalan biasa, tapi semacem ini nih :

nolkilometerjogja

Nah gimana? Asik kan keliatannya (aslinya juga asyik). Oh iya, hal hal semacem ini Cuma bisa didapetin dari sore sampe malem, siang ga ada, jangan dateng siang siang, ntar sedih (lagi).

4. Bukit Bintang

Nah kalo ini, letaknya agak jauh dari kota Jogja, ada di selatan kota jogja, ke arah kabupaten gunung kidul. Buat kalian yang travelling sama pacar, sama gebetan, atau istri/suami, kalian bisa menciptakan momen romantis kalian disini :

tempat-wisata-di-Jogja-bukit-bintang

Keren kan melihat indahnya kota jogja dari sini?? Oh iya kalau mau kesini sebaiknya jangan pas musim penghujan, karna bakal percuma kalo bad weather. Selamat beromantis ria (apasih).

5. Pantai Selatan

Buat pantai selatan ini, gue nggak terlalu maksain yang recommended yang mana sih, yang pasti semuanya menurut gue indah, beberapa pernah gue kunjungi. Ada beberapa pantai disana, misalnya pantai Drini, Parangtritis, Depok, Indrayanti, Baron, dkk, semua indah buat dikunjungi. Tapi jangan nekat ke tengah tengah ya guys, tau sendiri kan ombak pantai selatan kayak apa, kalo hanyut kebawa ombak gimana, mending kalo diadopsi ratu kidul (loh). Oh iya, camping disini juga berasa banget, apalagi bareng sahabat, bareng geng, atau bareng pacar, worth it banget deh.

pesisir-bantul

6. Desa Wisata Kalibiru

Buat kalian yang bertanya tanya dimana orang ini berfoto, nah itu dia di kalibiru. Tempat ini ada di kabupaten kulonprogo, di barat kota jogja, nama bukitnya bukit menoreh. Pengen cepet cepet eksis? Caw!!

Memotret Waduk Sermo

7. De Mata Trick Eye Museum

Buang pikiran bosen jauh jauh, karna di museum ini, kalian dijamin nggak akan bosen. Bagi kalian yang punya hasrat keeksisan yang besar di sosmed (apasih) disini tempat untuk menyalurkan hasrat kalian. Penasaran apa yang ada di museum ini? Ini dia :

jogja-co-museum-3-dimensiDe-Mata-Trick-Eye-Museum-Yogya

FYI, itu semua lukisan ya bukan benda 3D asli, hehe, that’s why it’s called Trick Eye Museum.

Oke, sudah selesai, tujuh tempat yang nggak boleh dilewatin kalo lagi ke jogja menurut gue. Thanks for reading this weird blog, hope to see my visitors’s rising up again, haha. Jangan lupa.. kita temenan yak, add sosmed gue, hehe.. Bye. See ya. Come again.

Dear friends, listen.

Standard

Terlalu banyak hal yang tak kumengerti di dunia ini, termasuk diriku sendiri.

Hai kawan, ingatkah kau akan kenangan masa lalu? Ingatkah kau akan waktu disaat kita menyusun mimpi mimpi kita bersama? Ingatkah kau akan kebersamaan yang seakan kita ingin waktu terhenti saat melewatinya? Udara dan jarak, dua hal yang menjadi dinding kokoh yang memisahkan kita. Aku ingat bagaimana kuatnya aku saat kalian ada di sisi, aku ingat bagaimana beraninya aku menantang dunia, aku ingat semua momen disaat aku tak pernah merasa takut, bersama kalian, aku berani untuk banyak bermimpi. Bersama, kita merangkai mimpi dan bersama kita berusaha untuk mewujudkannya, bukankah begitu? Seharusnya.

Kawan, aku rindu akan kebersamaan kita. Kawan, izinkan aku sejenak bercerita : tahukah kawan? perlahan aku mulai ragu pada mimpi mimpiku, bagaimana denganmu dan mimpi mimpimu?

Aku termakan oleh ilusi dan bayang bayang akan kegagalan serta keputusasaan dalam menghadapinya.
Setiap detik saat kumemikirkannya bagaikan ribuan pedang menghujam tubuh tak berdaya ini. Setiap waktu dihantui bayang bayang itu.. Sungguh.. Sakit. Bagaimana ku harus melawannya, kawan? Atau mungkin aku hanya butuh dekapan dan tepukan tanganmu pada pundakku? Seperti dulu, setiap saat ku terpuruk rapuh.

Kini aku takut untuk bermimpi kawan. Aku takut akan kegagalan yang mungkin terjadi, walaupun sudah ku mencoba dan berusaha. Ketika mereka bilang usaha berbanding lurus dengan hasil, awalnya aku percaya, hingga waktu itu tiba, ia, segala yang kulakukan yang menurutku itu adalah sebuah usaha, mengkhianatiku, terutama sejak saat itu, dimana perlahan mimpi mimpi itu mulai sirna satu demi satu, sampai habis dimakan waktu.

Kawan, aku hampir memvonis diriku sakit dan kelelahan, lelah bermimpi, dapatkah kau wmengobati ini? Tunjukkan aku cara untuk kembali menghidupkan mimpi mimpi, cita cita. Ajari aku untuk kembali merangkai mimpi, aku hampir lupa bagaimana untuk memulainya, semuanya terlalu… Kelabu.

Tahukah kawan, saat ini, detik ini, hanya itulah… Hanya itulah yang aku inginkan…
Kawan… Aku sangat sangat mengharapkanmu saat ini.

Dear all my dearest friends.. Big hug for you.

Untuk Sahabat

Standard

Sahabatku, usai tawa ini, izinkan aku bercerita:

Telah jauh ku mendaki, sesak udara diatas puncak khayalan, jangan sampai kau disana

Telah jauh ku terjatuh, pedihnya luka di dasar jurang kecewa, dan kini sampailah aku disini

Yang cuma ingin diam, duduk ditempatku, menanti seorang yang biasa saja

Segelas air di tangannya kala ku terbaring sakit

Yang sudi dekat mendekap tanganku, mencari teduhnya dalam mataku, dan berbisik : Tatap aku, kau tak sendiri oh dewaku.

Demi Tuhan, hanya itulah yang kuinginkan

 

A little Chaos

Standard

chaosHai senja, semakin lama aku hidup di dunia, semakin bertambah usiaku, semakin tua aku, sadar tak sadar semakin bertambah pengalaman hidupku, dan semoga semakin banyka pula hal hal baru tentang kehidupan yang kupelajari, yang kuperoleh setiap harinya. Senja, beberapa hari ini aku dapat menyimpulkan suatu hal yang menurutku baru : an order and chaos. Dimanapun, kapanpun ada suatu keteraturan, keseimbangan, akan selalu ada kekacauan yang menyertainya. Kekacauan yang berawal dari ketenangan yang terusik, yang berpotensi untuk merusak sebagian bahkan seluruh keteraturan yang ada, seperti yin dan yang, seperti raava dan vaatu, order dan chaos tidak dapat terpisahkan satu dengan yang lain, salah satu dari mereka akan ‘terlahir kembali’ jika salah satunya hancur, keteraturan tidak dapat meniadakan kekacauan yang ada, begitu pula kekacauan. Kekacauan yang berpotensi menimbulkan kerusakan, walaupun tak nampak pada permulaannya, namun pada saat klimaks, pada saat kritisnya, ia dapat menghancurkan segala keteraturan. Kekacauan yang melahirkan sebuah turbulensi dalam dinamika kehidupan, mulai dari individu terkecil, hingga terbesar, dari amoeba, hingga manusia, turbulensi terjadi dimaman mana, indahkah? mungkin, namun menurutku tidak begitu adanya. Berbagai turbulensi telah terjadi dalam dinamika kehidupanku yang taida pernah datar adanya, turbulensi yang terkadang merapuhkan, menjatuhkan, atau membangkitkan semangat baru dari kepingan harapan dan kekecewaan yang hancur melebur bersama, turbulensi yang terkadang membuatku terjatuh ke dasar jurang yang dasarnya tanpa sadar kubuat sendiri dari harapan semu dan bayangan tanpa arti. Satu yang ada di benakku, melawan arus, melawan keteraturan yang ada, akankah ini menjadi turbulensi terdahsyatku? akankah aku mampu melewati turbulensi ini? ataukah ia akan menarikku ke dasar jurang terdalam? ataukah akan ada turbulensi berikutnya yang akan ku hadapi? Duhai semesta, siapa yang jahat disini? jahatkah aku yang telah mencinta-mati, anormakah perasaan ini yang terbangun tanpa aku sadar, yang bagaimana permulaannya-pun aku tak tahu?

Surat Kecil Untuk Tuhan

Standard

Tuhan, maafkan kelancanganku menulis surat kecil ini untuk-Mu

Tuhan, aku lemah, melindungi diriku sendiri dari marabahaya pun aku tak kuasa

Tuhan, aku amat bodoh, bagaimana aku memahami takdirku pun aku tak tahu

Tuhan, aku begitu dungu, banyak tak mengerti ini dan itu

Tuhan, aku bingung, untuk apa Engkau beri aku masalah?

Tuhan, aku tak tahu, Engkau memberiku masalah karena aku kuat menghadapinya, melewatinya, atau menghindarinya?

Tuhan, aku lelah, lelah dengan berbagai masalah dan penyelesaian yang tiada akhirnya

Tuhan, mengapa mereka harus hadir dikehidupanku, orang orang yang hanya menyusahkanku?

Tuhan, apa Kau marah padaku? katakan padaku Tuhan

Tuhan, apa aku boleh meminta? satu saja : peluk aku sejenak dalam pangkuan-Mu; aku lelah

Tuhan, haruskah kegelisahan itu menghantui disetiap aku membuka mata dipagi harinya?

Tuhan, apakah ini takdirku untuk selalu terjaga dalam kewas-wasan, dalam kegundah gulanaan

Tuhan, kini aku bermurung durja, tahukah Engkau? aku yakin Engkau Maha Tahu dan Maha Mendengar

Tuhan, haruskah kesenangan itu berlalu dengan cepat?

Tuhan, haruskah aku menjalani hidup yang seperti ini? apakah ini kehendak dan keinginan-Mu

Tuhan, aku tak tahu, aku hanya bisa menerima; bimbinglah aku

Tuhan, kujalani hariku dengan berbagai pertanyaan terus membenak di kepala hari demi harinya

Tuhan, adakah sisi lain dari dunia ini yang Engkau ciptakan tanpa kesedihan?

Tuhan, adakah sisi lain dari kehidupan ini yang Engkau ciptakan tanpa kenestapaan?

Tuhan, Engkaulah yang tahu dan Yang Maha Tahu, maafku atas suratku, aku bersimpuh menghadapmu, Tuhan.

Tentang Rasa 2

Standard

imagesHai senja, maaf melewatkanmu hari ini. Senja, apalah bahasa itu, aku tak mengerti. Bagiku bahasa hanya tentang bagaimana seseorang atau sekelompok orang membuat “sesuatu” agar bisa berkomunikasi satu dengan yang lain. Bagiku, bahasa setiap manusia berbeda, aku memiliki bahasaku sendiri, yang jika diekspresikan dengan bahasa yang kami gunakan mungkin maknanya tidak 100% sama atau bahkan berbeda samasekali. Senja, apalah bahasa itu, disaat aku merasakan seperti ini (seperti apanya-pun mungkin kau tak tahu), aku tidak tahu dengan kata apa aku menyebutnya, karena bahasa kami terlalu sedikit, bahasa diri ini lebih kaya dan lebih berwarna, perasaan tidak berbahasa bagiku senja. Senang, sedih, gundah, gulana, yang banyak orang katakan sebagai suatu perasaan, mungkin saja memiliki arti berbeda pada setiap orangnya, aku yakin itu. Sedih yang kurasa mungkin bukan merupakan “kesedihan” bagi orang lain. Apa yang aku anggap senang, mungkin orang lain memiliki definisi tentang kesenangan yang berbeda denganku, bagaimana denganmu? Tentang bahasa, mungkin tak perlu terlalu memikirkannya, bahasa ini hanya diri ini yang mengerti, setiap ketukan dan tuntunannya hanya diri ini yang bisa merasa dan memahami. Mungkin lebih baik begini adanya, sebab aku tak ingin semua orang tahu “bahasaku”. Ya, mungkin aku tak perlu terlalu memikirkan tentang bahasa, karna aku lebih banyak berbicara pada diriku, selalu bertanya ini itu, bahkan segalanya, temanku seorang hanya diriku, teman bicaraku, yang mungkin satu satunya yang bisa mengerti apa dan bagaimana keadaan hati, kujelaskan dengan “bahasaku sendiri”. Senja, cukup indah hari ini yang kulewati ‘sejenak’ bersamamu, menyusuri pinggiran kota, mengulang kembali kenangan yang kita bangun bersama, dan sekali lagi, disitulah aku tak tahu harus ‘membahasakan’ perasaan ini dengan apa, akupun bingung, aku hanya menyebutnya ‘perasaan ini’, entahlah sampai kapan dan sudah berapa macam perasaan dan ekspresi yang kusebut dengan ‘perasaan ini’. Satu yang mungkin dapat aku bahasakan ke dalam bahasa ‘manusia’, yaitu perasaan nyaman, selain itu, semuanya terlalu kompleks dan sekali lagi sampai sekarangpun aku belum mengerti, dan mungkin suatu saat aku akan menemukan, mengerti da  memahami apa hakikat dari si ‘perasaan ini’ dan ‘bahasa’ diri ini. Senja, dengan ini, aku sadar betapa Agungnya Tuhan, karena dengan ‘bahasa’ diri yang sedemikian banyaknya di dunia ini, Tuhan tetap dapat mendengar dan memahami, apa yang aku, dia, dan mereka rasakan serta keluhkesahkan, yang bahkan akupun masih kebingungan dengan perasaan dan bahasaku. Senang melihatmu senja, karena dengan melihatmu, aku dapat tetap mensyukuri nikmat hidup yang diberikan-Nya, walaupun aku belum bisa sepenuhnya menjalankan misi ku sebagai hamba-Nya dengan sebaik mungkin, menjadi agen penyebar kebaikan di bumi ini, menjadi khalifatullah fil-ard, aku tetap senang dan terus berusaha menjadi sebaik mungkin. Selamat menempuh perjalanan hingga esok hari senja, semoga kita bertemu di kesempatan lain, dengan momen serta kenangan yang mengalir, lagi.