Sekali lagi : Terimakasih Allah, Terimakasih Teman

sahabatDi sela-sela kesibukan, tunduk sujud bersimpuh dihadapan Allah Yang Maha Kuasa merupakan hal yang jarang kutemukan, dan terasa menenangkan dan ajaib ketika kali pertama aku menemukannya disini, pada diri temanku. Orang yag kukira biasa saja, ternyata luar biasa. Bagaimanapun, seorang teman akan senang dan bangga jika mendapati temannya berbuat baik, bahkan lebih baik dari dirinya, akupun seperti itu. Suara yang membuatku terjaga tadi malam. Tangis pengaduan, keluhg kesah, permohonan dan pengabdian dalam sujud hanya pada-Nya semata yang kusaksikan semalam menyadarkanku akan kehidupan yang fana, menyadarkanku bahwa hakikat hidup saat ini adalah persiapan untuk kehidupan yang akan dihadapi kelak, siap atau tidak, waktu itu pasti datang, kita bisa menunggu untuk mencari bekal, namun waktu tidak. Terimakasih teman, karenamu aku tersadar, karenamu aku berfikir, karenamu aku merenung, karenamu aku bertekad untuk menjadi sepertimu bahkan lebih, dan karena kehendak-Nya aku mendapat pelajaran yang sangat berharga malam itu, entah hidayah atau apapun namanya, melaluimu teman. Teman, kau menginspirasi, kau jadi salah satu contoh untukku, kau hebat kawan, Thank you very much πŸ™‚

Bagiku, teman bukanlah sekedar orang yang kita tau namanya sekilas, bukan sekedar orang yang kita kenal dengan sekali berjabat tangan. Bagiku, teman itu dia yang selalu ada buat kita, disaat susah dan duka sekalipun, mereka ada, mereka nyata. Bagiku, teman itu dia dapat saling membantu disaat kawannya membutuhkan, dia yang saling berlomba lomba dengan kawannya untuk berbuat kebaikan, dia yang selalu menyempatkan diri untuk mengingatkan temannya saat berada dijalan yang salah, dia yang tak pernah tertawa atas penderitaan kawannya, tapi ikut bersuka cita atas kegembiraannya, dia yang tak pernah benci, hasut, iri, dengki, berfikiran negatif sedikit tentang kawannya pun tidak, dia yang selalu ada, selalu mampu untuk berbagi, selalu mampu untuk membuat kawannya merasa lebih baik dalam keterpurukannya, dia yang senantiasa membangkitkan, menghidupkan semangat, mempercayai dan mendukung mimpi mimpi baik kita, bahkan membantu untuk merealisasikannya, bukan dia yang menjatuhkannya. Memang sejatinya tak ada yang sesempurna itu didunia ini, namun percaya atau tidak, aku menemukannya, mungkin satu diantara seribu, aku merasakannya. Terimakasih Allah, Engkau menganugrahkan padaku, mengutus padaku teman teman yang baik hati, semoga tali silaturrahmi diantara kita tak akan pernah putus. Untukmu teman, pesanku : Jagalah temanmu, teman sejatimu, karena teman sejati tak mudah untuk ditemukan, sulit untuk ditinggalkan, dan tak mungkin untuk dilupakan :).

Advertisements

Belajarlah, Mengertilah!

aAku tak tahu, darimana, dari siapa, atau kepada siapa aku harus belajar, belajar mengandung arti luas, kau dapat mendefinisikannya sesukamu. Tapi menurutku, semua yang Tuhan ciptakan dapat memberi pelajaran kepada kita, asal kita mau mempelajari, mengerti, dan memahami.

Belajarlah dari elang, semua elang itu pemangsa, janganlah kau jadi elang pemangsa, tapi jadilah elang yang mampu bersahabat dengan angin dan badai, mampu menaklukkan langit dengan sayap kokohnya. Gunakan ketajaman mata untuk memandang jujur kehidupan. Gunakan paruh runcingmu untuk berani mengatakan kebenaran. Gunakan cakar tajammu untuk mencengkram karya emas yang akan kau hasilkan kelak.

Belajarlah dari petir, yang tak pernah ragu dalam melangkah, ia selalu menyambar apapun yang ia suka, dengan pasti. Buanglah segala keraguan dalam melangkah di kehidupan ini, yakinlah akan dirimu, kemampuanmu, karena dengan keyakinan yang kuat, impian yang kau rasa tidak mungkin dapat menjadi mungkin.

Belajarlah dari awan, yang tak pernah menyomongkan dirinya walau ia diatas, selalu bergerak perlahan namun pasti, selalu menaungi apa yang ada dibawahnya, dan rela kehilangan dirinya untuk menyejahterakan kehidupan dibawahnya, hujan. Berusahalah untuk menekan hati, terus mencoba untuk rendah hati, karena kesombongan hanyalah tipu daya dan menjauhkan kita dari fakta, bahwa apa yang kita punya, apa yang kita bisa, hanyalah secuil dari nikmat Tuhan yang dianugerahkan. Melangkahlah dengan pasti seperti awan, meski lambat. Tak pernah kau lihat awan bergerak maju lalu mundur lagi bukan? Terus maju pantang mundur, walau perlahan, dan bersiaplah, kesuksesan ada di depan mata. Belajarlah untuk dapat merasakan apa yang orang lain rasa, simpati dan empati. Belajarlah untuk berkorban demi orang lain, memang tidak mudah, tapi bisa dan mungkin untuk dilakukan, apalagi untuk orang terkasih.

Belajarlah dari daun, ia tak pernah membenci angin sejauh apapun ia dihempas dari tempat yang tinggi, sampai akhirnya jatuh tak berdaya di tanah, di tempat yang rendah. Belajarlah untuk tidak menyalahkan keadaan, mencoba untuk berfikir realistis dan tidak selalu berprasangka buruk. Belajarlah untuk tidak terus menerus menyalahkan ketentuan Tuhan, keadaan itum tapi cobalah untuk memperbaiki apa yang ada, karena sejatinya Tuhan tidak merancang manusia untuk gagal, manusia lah yang merancang kegagalannya sendiri.

Belajarlah dari kisah hidup banyak orang, kisah apapun itu. Memang dengan membaca kisah hidup banyak orang tidak dapat merubah kita menjadi orang bijak dengan sekejap, namun darinya, dapat kita fahami berbagai pandangan akan hidup ini menurut β€˜mereka’ dan mengambil pelajaran, karena setiap orang memiliki pandangan yang berbeda akan hidup yang dijalani, tahukah engkau akan itu?

Kita Selamanya

 

IMG_0736

eiyo..it’s not the end, it’s just the beginning
ok..detak detik tirai mulai menutup panggung
tanda skenario..eyo..baru mulai diusung
lembaran kertas baru pun terbuka
tinggalkan yang lama,biarkan sang pena berlaga
kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu
pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu
masa jaya putih biru atau abu-abu (hey)
memori crita cinta aku, dia dan kamu

Saat dia (dia) dia masuki alam pikiran
ilmu bumi dan sekitarnya jadi kudapan
cinta masa sekolah yang pernah terjadi
dat was the moment a part of sweet memory
kita membumi, melangkah berdua
kita ciptakan hangat sebuah cerita
mulai dewasa, cemburu dan bungah
finally now, its our time to make a history
*Reff: Bergegaslah, kawan..tuk sambut masa depan
tetap berpegang tangan, saling berpelukan.
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan!
kenanglah sahabat..kita untuk slamanya!

Satu alasan kenapa kau kurekam dalam memori
satu cerita teringat di dalam hati
karena kau berharga dalam hidupku, teman
untuk satu pijakan menuju masa depan

saat duka bersama, tawa bersama
berpacu dalam prestasi..(huh) hal yang biasa
satu per satu memori terekam
di dalam api semangat yang tak mudah padam
kuyakin kau pasti sama dengan diriku
pernah berharap agar waktu ini tak berlalu
kawan..kau tahu, kawan..kau tahu khan?
beri pupuk terbaik untuk bunga yang kau simpan

*Reff: Bergegaslah, kawan..tuk sambut masa depan
tetap berpegang tangan, saling berpelukan.
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan!
kenanglah sahabat..kita untuk slamanya!

Kita untuk slamanya πŸ™‚ #FUTURE.GEN

Tuhan, Inilah Saya

Kalau ada yang bertanya, siapakah orang yang paling munafik di dunia ini, jawabannya adalah saya. Kalau ada orang yang bertanya, siapakah orang yang paling sok tahu, sok pintar, sok agamis di dunia ini, jawabannya adalah saya. Dan kalau ada orang yang bertanya, siapakah orang yang belum mengenal Tuhannya, agamanya dan rasulnya? jawabannya saya. Sejatinya, sayapun belum mengenal siapa diri saya, untuk apa diri ini ada, dan untuk apa diri ini diciptakan. Namun yang saya tahu, Yang Rahman-lah yang menggerakkan tangan saya, fikiran saya lalu mendorong saya untuk terus mengagungkan asma-Nya melalui tulisan ini. Dia yang menenangkan saya dikala musuh saya adalah DIRI SAYA SENDIRI, Kata-Nya : “Janganah takut, tenang, ada Aku yang mengatur”

Ya Rahman, betapa Maha Pengasihnya Engkau. Lalu, disaat kehidupan menuntut lebih, kebutuhan dan keinginan yang belum bias disederhanakan, katanya kuncinya cuma satu TAQWA. Ah, terkadang jiwa ini sempit justru karena ketakutan ketakutan dalam diri sendiri. Padang hidup ini gersang dan kering justru karena keragu-raguan yang ditimbulkan oleh diri sendiri.

Kebahagiaan, kesejahteraan dan kemuliaan hanya dengan Islam, lalu cita cita besar yang telah kau rancang, ribuan kejutan yang telah hanya siap kau ledakkan, ledakkanlah! lakukanlah! Buat semua menjadi nyata bersamaan dengan keagungan ISLAM yang telah kau bawa dari ruh sampai mati, sampai mati.

Jangan pernah mundur, takut, atau lari ke belakang karena firman-Nya telah jelas dalam nash Al-Qur’an “Bersegeralah, berlomba-lombalah” naikilah tangga kreatifitas karena muslim yang kuat lebih dicintai daripada muslim yang lemah.

Sabtu, 8 Februari 2014, Inspirated by : Khulaimah Musyfiqah

Semangat Pagi

Semangat pagi!

Pagi selalu jadi momen yang terbaik di sepanjang hari, karena disitulah berkumpul harapan harapan baru, niat niat baru, target target baru, juga dimulainya sebuah cerita.

Harapanku pagi ini :

Tuhan,, ingatkan aku selalu atas syukur kepada-Mu, Mungkin aku bukan motivator, cuma sekedar bisa tulis tulis di atas kertas, dengan harapan orang lain bias tersenyum karenanya, karena hakikatnya bahagia itu sederhana, bias melihat dan membuat orang lain tersenyum karena atau bersama kita pun sudah cukup, apalagi untuk mereka orang orang terkasih.

Keep struggle to face our day!

Karena waktu nggak mungkin mempersilakan kita nyelesain sesuatu sampai selesai, abis itu dia jalan lagi πŸ˜€ , makannya think smart! Kalau aku lagi kena penyakit hati, remind me please, but thanks buat spiritnya kemarin. Berarti dah,, satu lagi,, jangan tidur mulu kamu :D.

Dengan banyak membaca kisah hidup banyak orang, kisah apapun itu, memang tak akan sekejap membuat kita bijak, namun dengannya kita bias menyimpulkan nilai kehidupan dari arah yang berbeda, arah yang penuh pemahaman matang, lalu mengamalkannya, lantas dapat bermanfaat untuknya dan lingkungan sekitar.

Kadangkala, setiap kehidupan itu, dalam bagian bagian kisahnya hanya butuh CUKUP, sisanya biarkan Tuhan yang menentukan, karena bukan tak mungkin, apa yang bakal terjadi untuk apa yang lebih dari cukup, gak sama seperti apa yang kita bayangkan itu. Intinya, sesempurna apapun sebuah rencana, 0,1% ada tangan Allah πŸ™‚ ,, diatas langit masih ada langit, believe that! Makannya, jangan pernah takabbur kawan πŸ™‚

Sincerely, Shufrotul Hasanah

Satu Lagi dari Sahabat

Aku rela menyebrangi lautan, aku rela mengitari dunia, asalkan cinta bias kudapat, dengan penuh rasa kasih.

Cinta itu abadi, tapi mudah terlupakan, cinta itu sakit, tapi karna sakitlah cinta itu dating.

Cinta itu seperti tas, jika tas itu penuh maka akan terasa berat, tapi jika tak penuh maka takkan berat, dan memang begitu adanya.

Cinta, begitu aneh tapi penuh arti, tanpa cinta hampa, ada cinta menyakitkan, tapi indah didalam hati.

Di dalam hati ada dua insan, yang berteman akrab, memilih atau tidak? itu adalah rahasiaku.

Aku berhak mencintai siapa saja, namun bukan kewajibanku membalas cinta yang dating, dan itu tetap sebuah rahasia.

Dibalas atau dilepas? dikatakan atau dipendam? hanya yang mengertilah yang bias menjawabnya.

Sincerely, Erika Aurellya

Catatan Dea

Kehidupan itu menyenangkan, karena kita tau saat ini bias jadi saat terakhir kita,

Kau tau?

Kebahagiaan adalah kesetiaan, setia atas indahnya merasa cukup, setia atas kecintaan berbagi, dan setia atas ketulusan berbuat baik

BUKAN :

Atas gelimang harta, pesona nama besar, apalagi tongkat kekuasaan

YAKINLAH!

Meski semua orang tak ada lagi yang meyakini itu semua, semoga bermanfaat.

Sincerely : Raf’al Hudia Nafila