Tentang Major Scale dan Formulanya

Hello readers! Seperti yang gue pernah bilang di postingan sebelumnya, kali ini gue bakal sedikit ngebahas tentang teori musik. Well, sebenernya gue nggak expert expert banget dalam hal teori musik ini, jadi anggaplah kita lagi sama sama lagi belajar, dan disini gue coba untuk berbagi, so, CMIIW.

 Oke, kali gue mau ngebahas tentang scale terlebih dahulu. Sebelum gue bahas lebih jauh soal scale atau tangga nada, gue bakal jelasin singkat dulu apa itu tangga nada atau scale. Tangga nada atau scale adalah sekumpulan not musik yang diatur sedemikian rupa sehingga memiliki karakteristik tertentu. Pada umumnya, scale yang sering dijumpai adalah scale mayor dan minor. Aturan baku yang mengatur not not ini disebut interval. Dalam scale sendiri, ada 8 not yang orang biasa sebut do re mi fa sol la si do (do masuk oktaf berikutnya).

Kali ini, gue bahas dulu yang bagian major scale. Kenapa major scale? Karena major scale lah yang paling umum digunakan dalam berbagai komposisi musik. Major scale sendiri memiliki rumus interval : 1 – 1  – ½  – 1 – 1 – 1 – ½ . Maksud dari angka angka itu adalah jarak antar nada-nada penyusun major scale. Oke, sekarang gue ambil contoh scale C major. Sebelumnya yang perlu kalian tau, “Do” yang sering kalian sebut, itu adalah C. Do re mi fa sol la si do, kalau dibahasa musikkan jadi C D E F G A B C. Masing masing dari not not itu punya jarak sesuai sama rumus major scale diatas. Jarak C ke D adalah 1, D ke E jaraknya 1, E ke F jaraknya ½ , dst. Penasaran kenapa E ke F dan B ke C Cuma berjarak ½ nada? Oke, biar gampangnya kita lihat gambar tuts tuts piano ini.

keyb

Take a look at the keyboards, semua tuts putih punya tuts hitam yang nyempil diantara keduanya, kecuali di antara E&F, dan diantara B&C. So, setiap jarak tuts ke tuts berikutnya adalah ½ nada (berarti tuts putih ke hitam jaraknya ½ nada, putih ke putih jadi 1 nada kecuali E ke F dan B ke C) . Nah, karna hampir di antara setiap dua tuts putih ada nyempil tuts hitam (kecuali antara E&F dan B&C), maka jarak tuts putih ke putih adalah 1, jarak dari tuts putih ke hitam adalah ½ . gitu. Muter muter? Emang, initinya paham kan? Oke.

Setiap nada diatas punya tuts hitam kecuali E dan B, disini sebut aja dulu kres (#), jadi, keseluruhan nada yang ada adalah : C-C#-D-D#-E-F-F#-G-G#-A-A#-B-C. Jarak C ke C# = ½, C# ke D = ½ , D ke D# = ½. Dan seterusnya. Mengikuti formula interval nada scale major, maka untuk skala C mayor dengan rumus 1-1-1/2-1-1-1-1/2, didapatkan nada nada pada tangga nada C mayor adalah C D E F G A B C. Gimana dengan D mayor? Ya tinggal ikutin rumus diatas, diawali dari D, maka akan menjadi D E F# G A B C# D, gimana untuk E mayor? Sama, dimulai dari E jadi E F# G# A B C# D# E. Untuk F Mayor, G mayor, dan lainnya bisa dicari pakai rumus interval diatas. Untuk memperjelas penjelasan gue, bisa dilihat video dibawah yang gue ambil dari youtube tentang demonstrasi scale scale mayor.

Menurut gue, pengetahuan tentang scale adalah pengetahuan yang paling dasar bagi seseorang yang pingin belajar musik. Kalau scale udah faham, InsyaAllah (God Will) kesananya bakalan gampang, karna ya ini yang paling dasar. Oke, mungkin cukup sekian untuk postingan kali ini, semoga bisa membantu, misalnya disaaat kalian searching tentang teori scale dan hasilnya semua tulisan yang lo baca sama (kopas sana sini diposting ulang), gue coba hadirkan yang berbeda buat lo (asik dah). Thanks for reading, see ya.

Tips Belajar Musik For Beginners

hwt.jpgHello, gue harap kabar kalian very well, so kalian tetep bisa lanjut nguntit blog gue, haha. Oke, rather than ngomongin sesuatu yang konyol (terus), kali ini gue mau share tentang hobby gue (bukan jailin orang atau jalan jalan) tapi hobby gue yang satu lagi, sok cek di gravatar gue (sumpah ini ngerepotin). Main Musik.

Mungkin sebagian dari lo merupakan pecinta musik yang pernah terdetik di pikiran kalian untuk belajar mainin alat musik (atau seenggaknya lebih ngerti musik), tapi ngga ada waktu, tapi ngga ada guru, tapi ngga ada blablabla, dan bingung : ‘gue harus mulai dari mana?’ Disini gue mau berbagi pengalaman gue aja, lebih sekedar cerita sih lebih tepatnya.

musKronologi gue belajar musik adalah ketika beberapa tahun silam gue harus perform buat ujian kesenian. Karena pilihan yang lain lebih ngga exciting, ya gue milihlah buat perform musik. Anyway thanks to my supermom, beliau yang udah ngajarin gue for the first time how to play the keyboard. Pertamakali gue belajar itu lagu potret bunda, sumpah jari gue keriting pas itu, tapi lama kelamaan gue enjoy playing the keyboard, so sampe saat ini, dengan cara otodidak gue mengeksplorasi apa  yang gue rasa itu merupakan passion gue. Disini gue punya beberapa start up tips buat lo lo yang mau belajar musik dan bingung harus bagaimana memulainya, oke, let’s check them out.

  1. Niat nggak Cuma anget anget t*i ayam

kpIni beneran, karena kalo niat lo udah setengah setengah, hasilnya juga bakal setengah setengah, dan ketika lo nemuin kesulitan lo bakal gampang nyerah. So, kuatkan tekad lo, hidup ini keras (loh).

  1. Cintai musik seperti lo mencintai diri sendiri

Mencintai diri sendiri bukan berarti jones, itu dulu yang harus gue lurusin (baper). Intinya lo merasakan musik itu pakai hati, diresapi, bahkan gue kalo lagi dengerin musik yang gue suka, kadang bisa terhanyut (sumpah ini alay). Sebenernya tanpa lo sadari, musik itu sendiri udah hadir dalam kehidupan sehari hari lo, coba deh nonton film august rush, gue males jelasinnya kepanjangan.

  1. Belajar teori musik

teo.jpgNah, bagian ini menurut beberapa orang nggak penting, tapi guys, menurut gue ini penting banget dan nggak boleh dilewatin kalau nggak mau nyesel kayak gue akhirnya (pada akhirnya gue harus belajar teori). Kenapa harus belajar teori? Alesannya cukup simple, supaya lo nggak jadi robot waktu main musik, yap. Maksudnya jadi robot disini misalkan lo ngiringin suatu lagu, awalnya di tangga nada C mayor, akan tetapi karena suara si penyanyi nggak match di tangga nada itu, maka haruslah lo pindah ke tangga nada yang pas sama suara penyanyi itu. Dalem situasi begini, pengiring yang harus menyesuaikan sama penyanyinya, karna suara manusia udah dari sana settingannya begitu, tapi alat musik itu sendiri hasil buatan manusia dan bisa direkayasa. Itu! Take a note. So, it’s no problemo waktu lo diminta transpose ke tangga nada ini itu. Alesan selanjutnya adalah, ketika lo denger ada lagu keren banget menurut lo, lo mau mainin itu lagu, tapi lo nggak bisa baca not balok, lo Cuma bisa meratapi dan akhirnya mau gak mau lo belajar teori juga.

  1. Teori yang dasar banget : Scale

Ini yang harus lo kuasai (menurut gue) pertama kali, scale disini tangga nada, lo pelajarin pola nya (biar gampang gue bilangnya gitu), tangga nada mayor polanya kayak apa, tangga nada minor kayak apa, ini kayak apa, itu kayak apa, dan lo hafalin semua tangga nada yang ada (kalau bisa) tapi kalau lo tau polanya, sambil praktek pun lo bisa membiasakan diri lo buat mengingat scale scale itu.

  1. Teori selanjutnya : Not Balok

Hey guys, bukan jamannya lagi sekarang lo mainin lagu burung kakatua pake not angka, mulailah move on! Emang baca not balok bagi sebagian orang termasuk momok yang mengerikan dalam belajar musik dan nggak sedikit orang yang give up on it, fortunately gue mampu survive. Dalem not balok sendiri ada not nya itu sendiri (berupa buletan baik itu kosong atau full black), ada timing nya, ada panjang pendeknya, ada tanda istirahatnya, dll. Misalnya gini, half note itu dari namanya not setengah, sedangkan dari durasinya itu sama dengan 2 ketuk. Whole note itu dari namanya not penuh, sedangkan dari durasinya itu sama dengan 4 ketuk. Quarter note itu dari namanya not seperempat, sedangkan dari durasinya sama dengan 1 ketuk. Nah disini, bahasa pemrograman di otak lo jalan, penamaan not sama durasinya harus match, disini matematika lo jalan, that’s why belajar musik bisa meningkatkan intelejensi beberapa tingkat (AFAIK).

  1. Pilih alat musik

insSetelah lo membiasakan diri dan faham teori teori diatas, mulailah lo milih ‘teman hidup’ lo, ex : disini gue milih keyboard. Alesan gue milih keyboard karna piano harganya kemahalan (yaelah), bukan, bukan itu kok alesan utama sebenernya, keyboard itu menurut gue instrumen yang bisa tetep terdenger enak walau tanpa alat musik lain, jadi dia bisa standalone gitu, got it? Nah setelah lo pilih pasangan hidup lo, lo mulailah membiasakan diri, dan terapkan teori teori yang udah lo pelajari itu di instrumen yang lo pilih, disini lo butuh bimbingan orang yang at least udah kenalan sama alat itu, biar posisi awalnya lo tau kayak apa. Kalopun lo tinggal di hutan belantara, lo bisa bawa laptop belajar dari video tutorial yang lo dowload pas lo mampir ke kota, *lah.

Oke, keenam tips itu adalah tips belajar musik basically versi gue, dan mudah mudahan dengan saran gue diatas, jumlah spesies yang menyerah sama belajar musik bisa berkurang bahkan punah. Soal lo bertanya tanya “apa gue bisa? Apa gue berbakat?” itu urusan belakangan guys, yang penting kerja keras, dari kerja keras dan usaha yang maksimal, segala yang nggak mungkin bisa jadi mungkin, bakat yang nggak ada kalau digeluti terus menerus karna tekad yang kuat bisa buat kedudukan lo sejajar sama mereka mereka yang berbakat. So, cheer up  and never give up. Oke maybe that’s all sharingan gue hari ini (bukan sharingan ikan atau sharingan naruto (itu rasengan cuk)), semoga bisa mencerahkan (bukan muka lo), tetep jadi penguntit setia blog gue, bye and see ya.