Analisis Penyebab Kecelakaan di Jalan Raya

crushDalam era modern, kehidupan manusia tak dapat terlepas dari transportasi. Transportasi merupakan perpindahan suatu benda dari suatu titik ke titik lainnya menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh mesin atau manusia. Adapun tujuan transportasi antara lain adalah untuk kemudahan dan kesejahteraan kelangsungan hidup manusia. Dikatakan demikian karena dengannya segala sektor yang saling berhubungan dapat bekerja dengan baik. Demi kelancaran transportasi, maka dibentuklah suatu disiplin ilmu yang menerapkan ilmu pengetahuan dan matematika terhadap sumber daya yang tersedia sehingga dapat digunakan untuk kepentingan transportasi, disiplin ilmu tersebut adalah rekayasa transportasi. Dalam ilmu rekayasa transportasi, transportasi dibedakan menjadi beberapa moda diantaranya darat, laut, dan udara.

Dalam kehidupan sehari-hari, transportasi darat merupakan moda transportasi yang paling umum dijumpai. Transportasi darat sendiri terbagi menjadi dua yaitu jalan raya dan jalan kereta api yang masing-masing memiliki tata cara perencanaanya berdasarkan ilmu pengetahuan dan metode yang telah dirumuskan para teknisi terdahulu.

Jalur transportasi darat yang sangat umum dalam kehidupan sehari hari yang paling utama adalah jalan raya yang setiap hari orang berlalu-lalang di atasnya. Dengan adanya jalan raya, akses ke berbagai daerah menjadi lebih mudah. Berbagai upaya dilakukan untuk keamanan serta kenyamanan pengguna jalan, salah satunya yaitu dengan pembangunan jalan yang berpedoman pada aturan Standar Nasional Indonesia, diantaranya SNI 03-1732-1989 tentang tata cara prencanaan tebal perkerasan lentur jalan raya, SNI 03-1732-1989 tentang tata cara pelaksanaan lapis aspal beton untuk jalan raya, dan beberapa SNI lainnya. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, gangguan di jalan masih kerap terjadi, salah satunya yaitu kecelakaan lalulintas. Dalam artikel ini, penulis melakukan analisis singkat terhadap beberapa penyebab terjadinya kecelakaan di jalan raya.

Kelancaran, kenyamanan, serta keamanan transportasi jalan raya dapat ditinjau dari beberapa aspek, diantaranya geometri jalan, material bahan yang digunakan dalam perkerasan jalan tersebut, serta keadaan psikologis pengguna jalan. Adapun hasil analisis yang telah penulis lakukan tentang penyebab kecelakaan di jalan raya adalah sebagai berikut.

  1. Kecepatan kendaraan melintas yang melebihi kecepatan rencana

Pada awal perencanaannya, setiap jalan mengacu pada suatu kecepatan rencana yang telah ditentukan berdasarkan beberapa pertimbangan. Dari data kecepatan rencana dapat ditentukan berbagai parameter bentuk geometri jalan, pada poin ini khususnya yaitu kemiringan melintang badan jalan pada bagian lurus maupun pada bagian tikungan.

Setiap kendaraan yang melintasi lintasan melingkar dengan kecepatan tertentu akan menghasilkan suatu gaya yang disebut gaya sentrifugal. Dikutip dari wikipedia, gaya sentrifugal merupakan lawan dari gaya sentripetal adalah efek semu yang ditimbulkan ketika sebuah benda melakukan gerak melingkar, gaya sentrifugal berarti menjahui pusat putaran.

Pada pembangunan jalan raya, sesuai dengan perencanaannya, bagian tikungan pada suatu jalan dibuat dengan kemiringan sedemikian rupa untuk mengimbangi gaya sentrifugal yang terjadi oleh kendaraan yang melintas, dengan demikian kendaraan tidak terlempar keluar dari lintasan. Untuk menambah keamanan, diberikan pagar pembatas pada sisi luar jalan. Hal yang tak jarang pengguna jalan abaikan adalah kecepatan rencana suatu jalan, padahal bentuk geometri jalan yang dibangun mengacu pada kecepatan rencana tersebut, sehingga tidak jarang kendaraan yang terlempar keluar lintasan dan menabrak pagar pembatas di tepi jalan. Oleh karena itu, dihimbau kepada pengguna jalan untuk lebih memperhatikan kecepatan maksimum yang diizinkan pada suatu ruas jalan.

  1. Peletakan rambu lalu lintas yang kurang efisien

Rambu-rambu lalu lintas yang dimaksud antara lain meliputi perlengkapan jalan yang memuat lambang, huruf, angka, kalimat dan/atau perpaduan di antaranya, yang digunakan untuk memberikan peringatan, larangan, perintah dan petunjuk bagi pemakai jalan. Rambu lalu lintas diatur menurut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 tahun 2014.

Rambu lalu lintas hendaknya diletakkan pada bagian jalan yang dapat terlihat dengan jelas oleh pengguna jalan. Terkadang, pemeliharaan rambu lalu lintas yang kurang diperhatikan dapat menghalangi pandangan pengguna jalan darinya, misalnya rambu lalu lintas tertutup dedaunan pohon, rambu lalu lintas mulai luntur tidak jelas, tiang penyangga rambu lalu lintas yang bengkok bahkan patah, dan berbagai gangguan lainnya. Hal ini memang menjadi tanggungjawab dinas perhubungan, akan tetapi kita sebagai masyarakat hendaknya turut andil dalam pemeliharaannya agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

  1. Kerusakan permukaan jalan

Pada perencanaan material penyusun perkerasan suatu jalan, telah ditetapkan standarisasi dan metode pelaksanaan agar perkerasan yang dihasilkan dapat memberikan daya dukung yang baik bagi lalu lintas diatasnya. Kualitas suatu perkerasan didasarkan pada beberapa parameter yaitu fleksibilitas, durabilitas, workabilitas, dan skid resistance. Meskipun perencanaan telah dilakukan dengan baik, dikarenakan beberapa faktor, kerusakan pada permukaan jalan bisa saja terjadi. Dari segi perencanaan bahan perkerasan, kurang ketatnya penyeleksian bahan yang memenuhi spesifikasi dapat menjadi penyebab kerusakan perkerasan sebelum waktunya di kemudian hari. Dari segi pelaksanaan perkerasan, perlakuan yang kurang tepat dapat menghasilkan perkerasan dengan kualitas berbeda dari yang telah direncanakan. Dari segi volume lalu lintas, pertumbuhan volume lalu lintas yang berlebih di luar perkiraan dapat mempercepat proses kerusakan jalan. Kerusakan jalan secara garis besar dapat dibedakan menjadi empat yaitu deformation, fatigue, surface defacts, dan edge defacts. Kerusakan terburuk dapat terjadi jika air berhasil masuk melalui celah dan sampai pada lapisan subgrade, hal ini dapat menyebabkan daya dukung perkerasan menurun.

Kerusakan yang umum dan familiar di kalangan masyarakat adalah jalan berlubang (pothole), permukaan jalan bergelombang (deformasi), dan bagian jalan yang licin (flushing), terutama pada saat hujan. Ketiga permasalahan umum diataslah yang biasanya menjadi penyebab kecelakaan terjadi.

  1. Keadaan psikologis pengguna jalan

Adapun faktor selanjutnya adalah keadaan psikologis pengguna jalan itu sendiri. Sejauh yang penulis amati, kejiwaan seseorang yang sedang mengemudi dapat bermacam-macam, ada pengemudi yang tenang, ada pula yang tidak sabar, ada yang tidak mau mengalah, dan lain sebagainya. Perilaku perilaku pengguna jalan yang didasari kondisi psikologispun dapat menyebabkan kecelakaan terjadi selain masalah diatas. Misalnya perilaku pengemudi di jalan tol yang tidak terima jika kendaraannya di dahului oleh kendaraan lain, ia akan berusaha untuk mendahului kendaraan yang telah mendahuluinya, terkadang jika dilakukan hanya berdasarkan emosi tanpa perhitungan yang matang, hal ini dapat menimbulkan kecelakaan.

  1. Perencanaan dan/atau pelaksanaan jalan yang keliru

Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia tak luput dari kekeliruan, begitupun dalam perencanaan jalan. Menurut yang penulis amati, salah satu kekeliruan perencanaan atau pelaksanaan yang terjadi adalah alinyemen vertikal pada flyover stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Dapat dikatakan demikian, karena saat penulis melintasi jalan tersebut, penulis terkejut melihat kendaraan dari arah berlawanan yang muncul secara tiba tiba yang seharusnya dapat terlihat secara perlahan-lahan.

Lima hal yang telah dijelaskan diatas merupakan hasil analisis penulis terhadap beberapa penyebab kecelakaan yang kerap terjadi di jalan raya. Sebagian dari penyebab tersebut dapat berasal dari jalan itu sendiri, dan beberapa yang lain berasal dari pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut. Untuk itu, kepada yang berwenang dalam perencanaan dan pembangunan jalan serta kelengkapannya, diharapkan dapat mengevaluasi jalan-jalan yang telah ada, dan melakukan perbaikan-perbaikan jika sekiranya diperlukan, dan bagi para pengguna jalan, hendaknya mentaati peraturan yang telah ditetapkan agar terwujudnya transportasi yang aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan.

 

Advertisements