Tag Archives: thingsaboutlife

Reasons (Part 1)

Standard

images

Hai, siapapun, yang membaca ini, aku ingin memberi tau bahwa, terkadang yang orang butuhkan saat dia pikir tidak ada lagi tempat baginya untuk pergi, tidak ada seorangpun untuk dia datangi, hanyalah telinga, percayalah, tidak kurang tidak lebih, dengarkan saja apa yang ingin ia katakan dan utarakan, dan jangan lakukan kebiasaanmu untuk kali ini : memberikan komentar jahat, just don’t do it, because it just makes everything worse.

Meskipun jika nanti aku tidak lagi disini, percayalah aku tetap ada, hidup dalam cyber digital yang entah sampai kapan akan tetap ada, hanya saja mungkin takkan ada lagi kisah-kisah selanjutnya bagi kalian yang senang dengan dongeng sebelum tidur semacam yang biasa kutulis belakangan ini.

Ini bukan catatan bagaimana aku meneyerah pada hidupku dan bagaimana aku mengakhirinya, sama sekali bukan, karena itu terdengar mengerikan, sebut saja ini : Perjalanan mengenang masa lalu.

Bagi sebagian orang, masalalu dapat dijadikan batu pijakan untuk melompat lebih tinggi di kemudian hari, tapi bagiku, masa lalu menempati salah satu dari ruang ruang yang ada di alam bawah sadarku, ia mengganggu. Karena itu, terkadang aku membenci masa lalu itu dan selalu bertanya, kenapa segala hal buruk itu harus terjadi, namun tak selamanya buruk, hal hal yang indah dan layak untuk dikenang juga banyak kok, misalnya waktu yang aku lalui sama kamu kamu, sama kalian, iya kalian yang mungkin lagi baca tulisan ini.

+1

6b3acde154581f7193c41b074fa20c6dKalian pernah baca tulisanku tentang suatu lingkaran jenuh? heart pieces? Untuk kali ini, bukan kepingan hati itu yang terjebak dalam suatu lingkaran jenuh, tapi aku, kamu, dia, mereka. Semua orang yang ada di kehidupanku terjebak dalam suatu lingkaran jenuh, yang jika terlihat, benang benang tautan antara satu orang dengan orang yang lain amatlah awut awutan, semuanya saling berinteraksi, saling berhubungan, dan saling mempengaruhi. Setiap dari orang itu mungkin tidak tau, bagaimana dan kapan, apa yang dilakukannya akan berdampak pada orang lain, you will never know how what you did will affect someone else, trust me.

Kenapa aku namai bagian ini dengan +1? Kusebut +1 karena pada bagian ini, kalian akan mendapati 1 alasan kenapa aku membenci hidupku dan ingin istirahat darinya.

Seperti yang kukatakan sebelumnya, setiap orang dari lingkaran jenuh itu mungkin tidak tau, bagaimana dan kapan apa yang dilakukannya akan berdampak kepada orang lain dalam lingkaran itu, dan disini alasan pertamaku.

Tidak ada manusia yang tidak ingin dihargai, begitupula mereka yang ada dalam lingkaran jenuhku. Sekecil apapun, perlakuan tidak menyenangkan tidak ada yang mau menolerirnya begitu saja. Dan bisa kubilang, alasan pertamaku terjadi sebelum aku punya cukup akal untuk memahami segala yang ada, kala itu aku masih 4, tahun 2000. Perilaku tidak menyenangkan yang salah seorang dari lingkaran jenuhku lakukan, menimbulkan butterfly effect dikemudian hari, tidak langsung meledak saat itu juga, tapi merembet pada hal-hal yang lain. Seseorang dalam lingkaran jenuhku, melakukan perlakuan tidak menyenangkan kepada seseorang, atau orang orang yang lain, menimbulkan perpecahan, aku yang masih 4 mana tau apa itu perselisihan, yang kutahu hanya dot berisi susu coklat yang selalu kuminta pada ibuku saat dia pulang dari tempat kerja. Aku benci untuk mengatakan ini, tapi ya, kurasa engkaulah yang menyebabkan alasan pertamaku muncul, aku tidak suka perselisihan dan perpecahan.

-1

Order and chaos, dua sisi berlainan yang tidak akan pernah dapat saling meniadakan, yang satu merupakan bagian dari yang lain, dan saat yang satu musnah, tidak lama akan terlahir kembali dalam bentuk yang baru. Order and chaos selalu terjadi pada segala aspek kehidupan manusia, begitu juga aku. Ada persaan tidak nyaman disaat aku harus menyayangi dan menyalahkan seseorang dalam waktu yang bersamaan, tapi itulah realitanya.

Kenapa aku namai bagian ini dengan -1? Kunamai demikian karena pada bagian ini, kepalaku, perasaanku, sejenak melunak pada kehidupan. Pada bagian ini, aku condong ke arah penerimaan dan penghargaan atas hidup yang telah Ia berikan, sehingga disini, kalian akan mendapatiku ingin tetap tinggal, karena selain membenci hidup ini, aku mempunyai alasan untuk tetap menjalaninya, setuju?

Alasan itu bermula di tahun yang bahkan aku sendiri pun tidak tau aku ada dimana saat itu, waktu itu aku -2, tahun 1994. Alasanku untuk tetap bertahan bermula disaat dua orang dalam lingkaranku bertemu, memutuskan untuk menciptakan suatu dunia baru yang dijalani bersama, sekata dan seiya, mereka adalah orang tuaku. Alasan aku disini, berjuang, menikmati hidup yang sebenarnya tidak begitu nikmat, biasa saja, adalah mereka. Alasan kenapa aku harus tetap tinggal dan berjuang adalah mereka.

Ah! Order and chaos memang selalu mampu memporakporandakan fikiran, disaat aku mati-matian (atau mungkin hidup-hidupan) bertahan, mereka menguatkan, namun tanpa disadari menumbangkan secara perlahan dengan cara tak langsung, butterfly effect. Namun yang aneh adalah, selain mereka yang ‘memaksaku’ bertahan, ada secuil dari perasaan ini yang tidak ingin menyakiti dan mengecewakan, entah sebagai bentuk terimakasih, atau rasa sayang, bahkan cinta? Entahlah, kaupun tau semua rasaku telah mati dan tertinggal didasar jurang gelap itu, ya kan? Tapi, bagaimanapun, di bagian ini, aku ingin berterimakasih atas segala yang telah mereka lakukan untukku, karena mereka, aku ingin tetap hidup.

Advertisements