7 Tempat Wisata Terbaik Di Jogja

travellers-have-great-stories-to-tellHello! Kalian para travellers, atau yang lagi liburan ke jogja, yuk mari boleh dibaca nih, 7 tempat yang nggak boleh kalian lewatin gitu aja kalo mampir ke jogja versi gue, soalnya kalo kelewatan, nyesel dunia akherat ntar (sumpah yang ini lebay). Yogyakarta, kota yang selalu jadi inceran para wisatawan lokal maupun mancanegara, selain karena budayanya yang terawat, tempat tempat bersejarah dan alamnya yang super indah juga jadi salah satu daya tarik buat mereka lho. Waktu itu gue nanya ke salah satu bule yang seliweran di malioboro sampe keraton itu, gue tanya mereka ngapain ke indonesia khususnya jogja, agak lama sih jawabnya (soalnya dia lagi makan nasgor disamping gue, ini diabaikan aja gapapa), dia bilang dia lagi ngerjain semacam riset tugas kuliah gitu (kalo gue sih mau banget dikasih tugas research di LN), itu salah satu bukti menurut gue, kenapa Indonesia… ya… bisa dibilang cukup waw sih, that’s why I’m proud of being anak negri ini, haha. Oke balik ke topik, 7 tempat yang nggak boleh lo lewatin kalo mampir ke jogja, check them out :

1. Keraton Yogyakarta

Buat kalian para pecinta sejarah, dan buat kalian yang hobi foto foto (atau gabungan dari keduanya), keraton jogja bakal jadi tempat yang cukup menarik buat kalian kunjungi. Kenapa? Soalnya di keraton jogja ini, kalian bisa lihat dan tau sejarah kesultanan Jogja, mulai dari sultan pertama sampe yang ke berapa sekarang ini gue juga lupa.. itu Satu, buat kalian yang suka sejarah. Dua, disana banyak barang barang antik peninggalan para pendahulu (yang jelas di daerah jogja), disana juga banyak bule mondar mandir, ada yang pake guide ada yang nggak, kalo iseng mau pura pura jadi guide juga boleh kan (eh), so, buat kalian yang hobi foto foto, tempat ini bakal jadi tempat yang cukup menarik buat berfoto ria, foto bareng abdi dalem atau sultan kalo pengen dan kalo bisa (eh). Oh iya guys keraton ini jam buka nya Cuma sampe jam 14.00 WIB, jadi jangan terlalu sore datengnya, ntar tutup malah sedih. Ini dia keraton Yogyakarta!

imageskeraton-yogyakarta

2. Jalan Malioboro

Dear travellers, siapa sih yang nggak tau atau nggak pernah denger nama jalan ini? (kecuali mungkin turis LN sama onta arab yang ga tau). Jalan malioboro nggak boleh kalian lewatin ya kalo mampir ke jogja. Mungkin sebagian dari kalian ada yang masih remang-remang (dikira lampu bohlam) tentang apa yang ada di jalan malioboro ini, atau ngapain ke jalan malioboro nggak ke jalan yang lain aja? Oke, jadi gini, awalnya juga gue nggak terlalu tau juga sama apa yang ada di jalan malioboro, setelah ngrantau kesini aja gue baru tau. Malioboro itu semacem jalan yang penuh penjual souvenir, oleh oleh, batik, dll, kalo di tempat gue di serang banten, itu semacem ‘royal’nya jogja, got it? Got got in ajalah. Pesona jalan malioboro bakal terasa banget kalo udah masuk waktu sore menjelang magrib, kehidupan dimulai, haha. Harga disini juga bersahabat kok guys, jadi tenang, buat kalian yang pengen bawa oleh oleh segunung tanpa modal sekarung, kalian bisa cari oleh oleh disini, satu tips juga : pinter nawar biar makin murah lagi.. happy shopping.

141222_img3462

3. Titik Nol Kilometer

Please jangan bertanya tanya dulu kenapa kita harus nongkrong di jalan raya di titik nol kilometer. Karna ini bukan semacem jalan biasa, tapi semacem ini nih :

nolkilometerjogja

Nah gimana? Asik kan keliatannya (aslinya juga asyik). Oh iya, hal hal semacem ini Cuma bisa didapetin dari sore sampe malem, siang ga ada, jangan dateng siang siang, ntar sedih (lagi).

4. Bukit Bintang

Nah kalo ini, letaknya agak jauh dari kota Jogja, ada di selatan kota jogja, ke arah kabupaten gunung kidul. Buat kalian yang travelling sama pacar, sama gebetan, atau istri/suami, kalian bisa menciptakan momen romantis kalian disini :

tempat-wisata-di-Jogja-bukit-bintang

Keren kan melihat indahnya kota jogja dari sini?? Oh iya kalau mau kesini sebaiknya jangan pas musim penghujan, karna bakal percuma kalo bad weather. Selamat beromantis ria (apasih).

5. Pantai Selatan

Buat pantai selatan ini, gue nggak terlalu maksain yang recommended yang mana sih, yang pasti semuanya menurut gue indah, beberapa pernah gue kunjungi. Ada beberapa pantai disana, misalnya pantai Drini, Parangtritis, Depok, Indrayanti, Baron, dkk, semua indah buat dikunjungi. Tapi jangan nekat ke tengah tengah ya guys, tau sendiri kan ombak pantai selatan kayak apa, kalo hanyut kebawa ombak gimana, mending kalo diadopsi ratu kidul (loh). Oh iya, camping disini juga berasa banget, apalagi bareng sahabat, bareng geng, atau bareng pacar, worth it banget deh.

pesisir-bantul

6. Desa Wisata Kalibiru

Buat kalian yang bertanya tanya dimana orang ini berfoto, nah itu dia di kalibiru. Tempat ini ada di kabupaten kulonprogo, di barat kota jogja, nama bukitnya bukit menoreh. Pengen cepet cepet eksis? Caw!!

Memotret Waduk Sermo

7. De Mata Trick Eye Museum

Buang pikiran bosen jauh jauh, karna di museum ini, kalian dijamin nggak akan bosen. Bagi kalian yang punya hasrat keeksisan yang besar di sosmed (apasih) disini tempat untuk menyalurkan hasrat kalian. Penasaran apa yang ada di museum ini? Ini dia :

jogja-co-museum-3-dimensiDe-Mata-Trick-Eye-Museum-Yogya

FYI, itu semua lukisan ya bukan benda 3D asli, hehe, that’s why it’s called Trick Eye Museum.

Oke, sudah selesai, tujuh tempat yang nggak boleh dilewatin kalo lagi ke jogja menurut gue. Thanks for reading this weird blog, hope to see my visitors’s rising up again, haha. Jangan lupa.. kita temenan yak, add sosmed gue, hehe.. Bye. See ya. Come again.

Advertisements

FILOSOFI KOPI

“Walaupun hidup tidak sempurna, 5hidup indah begini adanya” kata kata barusan adalah quote yang paling saya ingat dalam film ini, film dengan judul Filosofi Kopi yang saya tonton kemarin. Film yang dibintangi oleh Chico Jericho, Rio Dewanto, dan Jullie Estelle ini diangkat dari sebuah novel karya Dewi Lestari. Begitu mengetahui bahwa film ini diangkat dari karya Dee, saya semakin tertarik untuk menontonnya, karena sebagian besar film yang diangkat dari novel Dee terkesan bagus bagi saya, mulai dari rectoverso, perahu kertas, dsb, semuanya kena gitu. Oke mulai dari plotnya, lokasi dalam film ini yaitu Jakarta. Terdapat beberapa tokoh utama dalam film tersebut, mereka adalah Jody, Ben, dan El. Dimulai dari pengenalan tokoh yang cukup unik, film ini memiliki kesan yang berbeda bagi saya. Pengenalan tokoh dibumbui adegan yang cukup menggelitik, yang cukup lucu, sehingga sejak awal menonton film ini, saya sudah merasa terhibur dan semakin antusias untuk menontonnya. Jody (Rio Dewanto) dan Ben (Chico Jericho) merupakan dua orang yang telah bersahabat sejak kecil, mereka merintis kedai kopi yang diberi nama Filosofi Kopi, Dinamakan filosofi kopi karena dalam penyajian setiap kopi disertai filosofinya. Bisnis mereka dapat dikatakan cukup sukses sampai Jody menyadari bahwa hutang mendiang ayahnya sangat banyak jumlahnya, dan hampir saja ia menjual kedai kopi tersebut. Karena terkenal dengan rasa yang khas dan kelezatan kopi filosofi kopi, beberapa media memuat berita tentang kopi yang lezat tersebut. Tepat disaat Jody dan Ben mencari jalan keluar untuk membayar cicilan hutang ayah Jody yang begitu besar, seorang pengusaha datang memberikan tantangan kepada mereka untuk membuat kopi terlezat seantero jakarta untuk memenangkan tender, sebagai imbalannya, jika Jody dan Ben berhasil, mereka akan mendapatkan uang sejumlah seratus juta rupiah. Setelah pemikiran yang matang dan penuh pertimbangan, mereka memutuskan untuk menerima tantangan tersebut, namun pada kesepakatan selanjutnya, Ben mengambil langkah agresif yang belum mereka sepakati sebelumnya, yaitu meminta tawaran lebih tinggi, senilai satu milyar rupiah, akan tetapi dengan konsekuensi membayar sejumlah uang yang sama jika mereka gagal. Menghadapi tantangan tersebut, Ben berusaha, berjuang dan terus bereksperimen, hingga setelah 2 minggu ia berhasil membuat kopi yang sangat lezat yang diberi nama perfecto. Setelah kelahiran perfecto, kedai filosifi kopi semakin ramai dikunjungi. Hingga pada suatu saat, El (Jullie Estellle), seorang penggila kopi yang melakukan berbagai riset tentang kopi, datang ke kedai filosofi kopi untuk mewawancara sekaligus mencicipi kelezatan perfecto, namun sayang sekali, El mengatakan bahwa perfecto bukan kopi terbaik yang pernah ia minum, bukan terbaik tidak berarti tidak enak. El berkata bahwa kopi terlezat yang pernah ia minum yaitu kopi tiwus. Jody yang mendengar pernyataan tersebut dari El menjadi gusar dan khawatir tidak bisa memenangkan tantangan itu. Bagi Ben, El hanyalah seorang aneh yang datang, yang ingin menghancurkan bisnis filosifi kopi yang telah lama berdiri, namun tidak dengan Jody, kehadiran El memberikan sesuatu yang berbeda. Beberapa hari kemudian, Jody dan El memutuskan untuk pergi mencari kopi tiwus, Ben ikut setelah berbagai macam pertimbangan. Pencarian kopi tiwus berakhir pada kenangan masa lalu Ben yang tidak cukup menyenangkan. Setelah beberapa hari, mereka pulang ke Jakarta dengan membawa beberapa karung biji kopi tiwus. Ben pun menggunakan biji kopi tiwus untuk meracik kopi  yang akan dihidangkan kepada pengusaha tersebut, dan akhirnya mereka memenangkan tantangan tersebut. Film ini menarik untuk ditonton khususnya bagi mereka yang menyukai persahabatan, juga bagi mereka yang ingin tahu arti dari sebuah persahabatan dan kerja keras, selain itu film ini juga disajikan dalam bahasa yang ringan dan penuh adegan menarik dan lucu, very recommended.

Yogyakarta, a City with Cultural Diversity

kota-yogyakarta-_130822224920-808Yogyakarta is one of Indonesia’s provinces which located not far from Merapi volcano. For all this time, Yogyakarta is only known as a city of the learners, where a lot of students from many provinces in Indonesia study there, whereas Yogyakarta is not only a city of the learners, but also a city with a lot of cultural heritages that might be interesting for us to know. Therefore, this paper is written in order to describe such information about Yogyakarta with its culture diversity.

Yogyakarta has many inherited traditions and heritages. One of the causes that contribute to Yogyakarta’s inheriting tradition is the role of Keraton Yogyakarta in conserving those traditions and heritages such as traditional clothing, an old clothes and old daily ancient Javanese furniture, all those are kept well in Keraton Yogyakarta. Yogyakarta’s inherited tradition is not only in that case, but also in many other cases such as its periodic ceremonials, arts, and daily habitual traditions. According to Yogyakarta’s periodic ceremonial, Yogyakarta still keeps those old traditions, some periodic ceremonial known are Grebeg, Bekakak, Nguras Enceh, Cupu Panjala, Wiyosan Kanjeng Kyai Tunggul Wulung, and Rebo Wekasan. According to Yogyakarta’s art, Yogyakarta has various art, some of them known are traditional dances such as Golek Ayun-Ayun, Beksan Srikandi Suradewati, Arjuna Wiwaha, and Serimpi, traditional music instrumental such as Gamelan, Gendang, and Rebab, and theater shows such as Ketoprak and Wayang. According to daily habitual tradition of Yogyakarta’s citizen, the people are still keeping the good Javanese culture values such as using the Javanese language in daily communication, using polite language to speak to an older age, and respecting the others.

Yogyakarta has wonderful traditional building architectures. Many traditional buildings in Yogyakarta have wonderful construction and artistic, for examples are Keraton Yogyakarta, Joglo, and Tamansari. Fist, Keraton Yogyakarta building’s architecture can only be found in Yogyakarta. The architecture of Keraton Yogyakarta is very Indonesia, besides it is beautiful and unique, the spatial and ornaments through the building make it wonderful. Second, Joglo has a unique and wonderful design and it’s the only one in the world. Third, Tamansari also has a unique architecture which is the combination of two cultures, Javanese and Portugueses, the visitors will be surprised in the time he looks its architecture.

Yogyakarta city has special charms. Yogyakarta has charms in many sides such as its culinary, its atmosphere, its natural sceneries, and its recreational places. From culinary side, Yogyakarta has a great culinary called gudeg, gudeg is the special food of this city. From the atmosphere side, Yogyakarta’s peaceful atmosphere made the people want to visit Yogyakarta again and again, besides that, Malioboro’s night atmosphere could always attracts the people to go there even only to drink a cup of coffee at the place called angkringan. From the natural sceneries side, Yogyakarta has a lot of natural views such as Star Hill, Baron beach, Indrayanti beach, and many other. From the recreational places side, one of Yogyakarta’s recreational places called Alun-alun Kidul, has a unique vehicles called Becak-becakan. That’s all what made Yogyakarta has a special charms, and many other Yogyakarta’s charms that could not be described here.

From the passage above, we know that Yogyakarta is not only the city of the learners, but also the city with a lot of culture heritages. Yogyakarta’s success in conserving those heritages and cultures is worth to be an example for another region to conserve their own heritages and cultures, because those heritages and cultures are our identity and pride, Indonesia.

Originally written by  : Ihda Ciptaditama

Bahaya Tidur Terlalu Larut Malam

begadangKesibukan kerap membuat banyak orang menjadi lupa diri, termasuk urusan beristirahat. Bukan hal aneh bila masyarakat di era modern ini, khususnya di perkotaan, selalu tidur larut malam dan harus bangun pagi buta. Padahal, pola tidur seperti ini berpotensi menjadi ancaman baru yang mematikan.

Sebuah kajian riset terbaru menunjukkan, kurangnya waktu berisitirahat pada malam hari dapat memicu risiko penyakit jantung dan

stroke. Penelitian para ahli dari Warwick Medical School yang dipublikasikan dalam European Heart Journal menyatakan, tidur kurang dari enam jam setiap malam dapat meningkatkan risiko kematian akibat strok hingga 15 persen dan risiko kematian akibat serangan jantung melonjak hingga 50 persen.

Francesco Cappuccio, seorang profesor bidang epidemiologi dan pengobatan kardiovaskuler, beserta rekannya Dr Michelle Miller, pakar ilmu kedokteran, membuat kesimpulan tersebut setelah memantau sekitar 470.000 orang di delapan negara selama kurun waktu 7 sampai 25 tahun.

“Ada tuntutan saat ini di masyarakat bahwa hidup kita harus lebih bugar. Demi memperjuangkan keseimbangan antara hidup dan pekerjaan membuat kita terlalu banyak mempertaruhkan waktu tidur yang berharga untuk memastikan semua tugas telah dilakukan. Tetapi dengan melakukan hal itu, kita justru mengalami peningkatan risiko

stroke dan mengidap penyakit kardiovaskuler yang berujung pada serangan jantung,” papar Cappuccio.

“Jika Anda tidur kurang dari enam jam setiap malam dan tidurnya terganggu, Anda memiliki 48 persen risiko lebih besar mengidap atau mengalami mati muda akibat serangan jantung, dan risiko meninggal akibat stroke meningkat 15 persen.

“Tren tidur larut malam dan dini hari adalah bom waktu untuk kesehatan Anda. Jadi, Anda harus bertindak sekarang untuk menekan risiko mengalami kondisi-kondisi yang mengancam hidup,” tambahnya.

Penelitian menyebutkan, waktu optimum untuk beristirahat pada malam hari adalah tujuh sampai delapan jam. Sedangkan tidur lebih dari sembilan jam merupakan pertanda adanya gangguan kesehatan.

Para ahli hingga saat ini belum dapat menjelaskan secara pasti mengapa kurang tidur dapat mengganggu sistem pembuluh darah dan jantung. Tetapi menurut Cappuccio, ada banyak bukti bahwa kurang tidur dapat mengganggu sistem endokrin yang mengatur produksi hormon dalam tubuh.

Selain itu, kurang tidur juga dapat menggangu toleransi glukosa dan menurunkan sensitivitas insulin, sehingga dapat memicu risiko diabetes serta

tekanan darah tinggi.

Tahun lalu, Prof Cappuccio juga mempublikasikan sebuah tinjauan dari 16 studi yang melibatkan sekitar 1,3 juta orang. Tinjauan itu menunjukkan bahwa mereka yang tidur kurang dari enam jam setiap malam berisiko 12 persen lebih tinggi meninggal sebelum usia 65 tahun, ketimbang mereka yang tidur selama tujuh hingga delapan jam semalam.

What is TOEFL?

toeflTest of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris (logat Amerika) yang diperlukan untuk mendaftar masuk ke kolese (college) atau universitas di Amerika Serikat atau negara-negara lain di dunia. Ujian ini sangat diperlukan bagi pendaftar atau pembicara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Ujian TOEFL ini diselenggarakan oleh kantor ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat untuk semua peserta tes di seluruh dunia.

Jenis tes bahasa Inggris TOEFL ini pada umumnya diperlukan untuk persyaratan masuk kuliah pada hampir semua universitas di Amerika Serikat dan Kanada baik untuk program undergraduate (S-1) maupun graduate (S-2 atau S-3). Hasil tes TOEFL ini juga dipakai sebagai bahan pertimbangan mengenai kemampuan bahasa Inggris dari calon mahasiswa yang mendaftar ke universitas di negara lain, termasuk universitas di Eropa dan Australia. Secara umum, tes TOEFL lebih berorientasi kepada American English, dan sedikit berbeda dengan jenis tes IELTS yang berorientasi kepada British English. Tidak seperti tes IELTS, tes TOEFL ini pada umumnya tidak mempunyai bagian individual interview test.

Biasanya tes ini memakan waktu sekitar tiga jam dan diselenggarakan dalam 4 bagian, yaitu bagian:

  • listening comprehension,
  • grammar structure and written expression,
  • reading comprehension, dan bagian
  • writing.

Nilai hasil ujian TOEFL berkisar antara: 310 (nilai minimum) sampai 677 (nilai maximum) untuk versi PBT (paper-based test).

Sejak tahun 1998, tes TOEFL ini diadakan secara online dengan menggunakan komputer (Computer-based Testing/CBT), dan sejak tahun 2005 disebut iBT (Internet-based Test). Di tempat-tempat yang belum bisa melaksanakan CBT atau iBT (karena belum ada fasilitas komputer dan jaringan internetnya), ujian TOEFL ini masih tetap diadakan secara manual menggunakan kertas dan potlot (paper-based test atau PBT). Informasi lebih lengkap tentang tes CBT dan paper-based TOEFL berkaitan dengan pendaftaran, lokasi penyelenggaraan, biaya, dan bahan-bahan persiapan tes dapat dilihat di situs resmi TOEFL, http://www.toefl.org (hasil ujian TOEFL versi CBT mempunyai nilai berkisar antara 0 sampai 300, sementara nilai untuk iBT adalah dari 0 sampai 120) [1].

Akhir-akhir ini penyelenggara tes TOEFL juga mengadakan jenis tes TWE (Test of Written English) yang hasil nilainya terpisah dari nilai tes TOEFL. Tes ini memakan waktu selama 30 menit, dan peserta akan diminta untuk menuliskan karangan singkat yang menggambarkan mengenai kemampuan peserta untuk mengekspresikan dan menuangkan suatu gagasan atau ide, serta mendukung gagasan itu dengan contoh-contoh yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan bahasa Inggris yang standar.

Jenis tes TOEFL yang lain adalah TSEP (Test of Spoken English Program) yang mirip dengan bagian individual interview pada tes IELTS. Tes ini biasanya dipakai kalau kita ingin mendaftar sebagai asisten dosen atau asisten laboratorium (sebagai salah satu cara untuk meringankan biaya kuliah) di universias di AS (atau negara lain). Bentuk tesnya diadakan secara lisan dan berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Waktu penyelenggaraan dan batas akhir pendaftarannya sama dengan tes TOEFL yang lain, dan biayanya kira-kira sebesar US$100.

Bagi mereka yang ingin mengikuti tes TOEFL ini, alamat dari penyelenggara tes adalah:

TOEFL Test Office
P.O. Box 6000, 
Princeton, 
New Jersey 08541-6000, U.S.A.  

Di Indonesia, tes ini diselenggarakan oleh ITC (International Test Center”), http://www.itc-indonesia.com/ yang mempunyai cabang di beberapa kota di Indonesia dengan biaya sekitar US$175.